Bantul

Kompetisi Terbang Bebas Burung Paruh Bengkok Meriahkan HUT Ke-1 Jogja Parrot Diningrat

Kompetisi terbang bebas burung paruh bengkok ini sebagai ajang silaturahmi para pecinta burung paruh bengkok.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Burung paruh bengkok jenis Macaw yang berkompetisi terbang bebas di kategori large, Minggu (3/2/2019) siang di Gumuk Pasir Barchan, Grogol IX, Parangtritis, Kretek. 

Sementada itu, peserta asal Jakarta, Gavie Dhestano mengaku cukup mudah untuk melatih burung paruh bengkok.

"Untuk melatih gampang-gampang sulit. Satu, kita butuh quality time untuk burung itu sendiri. Kedua bagaimana kita memperlakukan burung itu," papar pria yang akrab disapa Ega ini.

Kata Ega, burung ia anggap sebagai partner.

Maka perlu ada ikatan antara pemilik dan si burung.

"Bisa kita latih sesuai keinginan kita. Kalau dia bisa melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan, kita kasih reward seperti kwaci atau makanan camilannya dia," papar Ega yang membawa tiga ekor burung paruh bengkok.

Ada beberapa tahapan untuk melatih burung paruh bengkok.

"Pertama ada tahapan mau step up ke tangan, kedua bisa fly to me, jadi dia dipanggil datang. Kalau respon sudah sangat bagus, terus kita yakin, kita bisa free fly," terangnya.

Ega meyakini, dengan ikatan yang kuat dan ketelatenan dalam melatih burung paruh bengkok, si burung paruh bengkok akan dapat terbang bebas dan kembali ke pemiliknya dengan selamat.

"Seiring dengan jam terbang, dia akan terbiasa sendiri," tutupnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved