Kesehatan

Kenali 5 Penyebab Mata Merah dan Cara Mengobatinya

Kurangnya lapisan air yang melindungi mata membuat orang lebih rentan terhadap iritasi, seperti mata merah.

Tayang:
Editor: Gaya Lufityanti
montroseeyecarehtx.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Mata menjadi satu di antara organ terpenting pada tubuh.

Karenanya jika terjadi sesuatu pada mata, pasti kita merasa tak nyaman.

Termasuk jika kita mengalami mata merah.

Sebenarnya apa sih yang membuat mata merah?

Baca: Kejaksaan Cari Mandala Shoji untuk Dieksekusi ke Penjara

"Sebenarnya ada tiga gejala penting yang harus diketahui seseorang tentang hal yang mengganggu mata," kata dokter mata Richard Gans, MD.

"Jika, selain kemerahan, ada rasa sakit, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan kabur, pasien harus memeriksanya,”, tambahnya.

Oleh karena itu, Dr Gans memberikan lima penjelasan mengenai penyebab iritasi mata ini.

Baca: Kawasaki Rilis New Ninja 250 MY 2019 dengan Smart Key

1. Alergi dan mata kering

Beberapa orang yang memiliki mata kering cenderung memiliki alergi terhadap seseuatu yang mengenai mata.

Orang dengan kondisi mata kering ini biasanya ketika menangis jarang mengeluarkan air mata karena kadar air dalam tubuhnya berkurang.

Menurut Dr Gans, kurangnya lapisan air yang melindungi mata membuat orang tersebut lebih rentan terhadap iritasi, seperti mata merah.

Dr Gans juga memberikan pilihan untuk menggunakan tetes mata agar mata tidak cepat kering dan mengurangi kemerahan pada mata.

Cara kerja tetes mata ini sebenarnya hanya untuk membersihkan mata dengan cara mengecilkan pembuluh darah permukaan yang mulai mengering.

Setelah diberi tetes mata tersebut, biasanya pembulur darah akan mengecil dan mata kembali segar.

2. Pembuluh darah rusak

Seperti pada mata kering, pembuluh darah di permukaan mata mulai melebar sehingga mulai menyebabkan mata menjadi merah.

Biasanya orang dengan kondisi ini memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan sering mimisan karena menderita hemifilia.

Kondisi ini memang terlihat sangat mengerikan, namun sebenarnya pembuluh darah yang rusak tidak menimbulkan rasa sakit yang terlalu lama hingga berbulan-bulan.

“Untuk mengurangi kondisimata merah ini, sebaiknya hanya perlu istirahat karena rusaknya pembuluh darah tidak begitu berpengaruh terhadap pandangan,”, kata Dr Gans.

3. Mata berwarna merah muda (pink eye)

Pink eye biasa disebut juga dengan konjugativitis, biasanya berasal dari virus, bakteri, atau iritasi terhadap klorin yang dapat menyebabkan peradangan dan infeksi pada selaput lendir di mata.

Biasanya menyebabkan mata terasa gatal, bengkak, dan panas tanpa sebab.

Jika seseorang melihat mata penderita pink eye katanya akan tertular, sebenarnya hal ini hanya mitos.

Yang benar, kita bisa saja tertular bukan karena saling pandang, tetapi karena bakteri dari penderita pink eye ini terbawa ke udara sehingga menyebabkan orang di sekitar penderita pink eye berisiko tertular penyakit yang sama.

Pencegahan penyakit ini bisa dibilang tidak ada, karena kita tidak tahu bagaimana bakteri atau virus itu datang, dan dari mana.

Baca: 7 Tanda Mata Belekan yang Perlu Diwaspadai, Jangan Disepelekan

4. Infeksi

Tanda-tanda dari infeksi mata yaitu pandangan sering samar, sensitif terhadap cahaya bahkan pusing.

Menurut Dr Gans, yang memengaruhi infeksi mata yaitu adanya bakteri, virus, alergi, jamur atau parasit yang menempel pada daerah sekitar mata.

Pengguna soft lense atau lensa kontak biasanya sering mengalaminya. Hal ini terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan mata dan tidak merawat mata secara benar.

5. Uveitis

Uveitis ini jarang sekali terjadi, namun uveitis dapat menyebabkan katarak, penglihatan berkurang bahkan kebutaan.

Jika dilihat dari penyakit mata yang muncul akibat uveitis, riwayat kesehatan seperti diabetes dan pola hidup merupak salah satu faktor yang memengaruhi.

Cara pencegah uveitis yang termudah adalah dengan melakukan gaya hidup sehat, pola makan teratur, dan tidak mengonsumsi alkohol dan/atau rokok.

Artikel ini telah tayang di Grid Health dengan judul Sering Alami Mata Merah? Kenali 5 Tanda-tanda dan Pecegahannya.(*)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved