Kota Yogya

Penanganan RTLH di Kota Yogya Ditargetkan Tuntas pada 2021

Terdapat sejumlah 1.927 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih tersisa di Kota Yogyakarta.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terdapat sejumlah 1.927 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih tersisa di Kota Yogyakarta.

Namun semuanya ditargetkan tertangani dan rampung sehingga tidak ada lagi RTLH pada 2021 mendatang.

Kepala Seksi Pengawasan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Yunita Rahmi Hapsari menjelaskan bahwa pada 2019 ini penanganan melalui sumber dana dari APBN dan APBD.

"Untuk APBN ditangani melalui  DAK (Dana Alokasi Khusus) maupun SNVT (Satuan kerja Non Vertikal Tertentu) penyediaan perumahan DIY melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya)," jelasnya pada Tribunjogja.com, Jumat (25/1/2019).

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Yunita menuturkan, penanganan RTLH melalui DAK direncanakan berada di Kelurahan Suryatmajan, Keparakan, Gunungketur, Cokrodiningratan dan Klitren.

Total RTLH yang ditangani melalui DAK tersebut sejumlah 178 unit.

"Kalau yang melalui BSPS SNVT direncanakan di Kelurahan Suryodiningrat, Panembahan, Tegalpanggung, Purwokinanti dan Bener. Total RTLH yang ditangani 160 unit," ucapnya.

Baca: Belum Pernah Ada Banjir Bandang di Kota Yogya

Selanjutnya, Yunita menyebutkan penanganan RTLH melalui APBD terdiri dari rehab RTLH dan rehab rumah terdampak pembangunan infrastruktur sejumlah 229 unit.

Lokasinya tersebar di Kelurahan Patehan, Brontokusuman, Warungboto, Kotabaru, Bausasran, Sosromenduran, Mujamuju, Giwangan, Prenggan, Klitren, dan Tegalrejo.

"Anggaran untuk penanganan RTLH melalui APBD sebesar Rp 15 juta dan melalui APBN sebesar Rp 17,5 juta," ucapnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved