Travel
Mengintip Cantiknya Wisata Edukasi Pertanian Terpadu Pinggirejo di Kota Magelang
Lahan yang tadinya merupakan lahan tandus, dan ditanami pohon albasia itu kini menjadi lahan subur dengan ditanami berbagai tanaman pertanian.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kampung Pinggirejo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang tepatnya di RW07 semula hanyalah kampung biasa.
Di sana hanya terdapat lahan tandus dan kering, dan kebun tak terawat yang ditanami pohon albasia saja.
Sedikit sekali orang melirik, apalagi ingin datang berkunjung.
Tetapi berkat gotong royong dan kerja keras dari warga yang ada di sana, lahan yang semula tandus dan tak terawat itu kini berubah menjadi obyek wisata baru yang ada di Kota Magelang, yakni kawasan wisata edukasi pertanian terpadu Kampung Organik Pinggirejo.
Orang-orang pun ramai-ramai datang berkunjung, untuk berwisata menikmati udara segar pedesaan, sekaligus belajar tentang pertanian terpadu di sana.
Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi
Sukaryadi, Ketua RW 7 Pinggirejo, Kelurahan Wates, menuturkan, kampung Pinggirejo ini, khususnya di RW 7, memiliki lahan yang terbatas.
Atas persetujuan Pemkot Magelang, warga pun memanfaatkan lahan bengkok milik pemerintah seluas sekitar 1.800 meter persegi, dan berada di lereng dan memiliki kemiringan hampir 90 derajat.
Namun, lahan tersebut masih berupa lahan tandus yang tak terawat.
Warga pun bersemangat dan saling bergotongroyong menyulap lahan tandus itu menjadi lahan pertanian yang subur.
Lahan yang tadinya merupakan lahan tandus, dan ditanami pohon albasia itu kini menjadi lahan subur dengan ditanami berbagai tanaman pertanian, termasuk ternak dan ikan.
"Kita kelola dan mulai ditanami tanaman bunga, sayuran, dan kita manfaatkan untuk peternakan serta perikanan. Kami menanam tanaman bunga, seperti bunga matahari dan asoka, termasuk tanaman sayuran. Peternakan, hingga perikanan juga dikembangkan di sini," ujar Sukaryadi pada Tribunjogja.com.
Warga pun mendapatkan gagasan untuk merintis wisata yang bergabung dengan pertanian, atau wisata edukasi pertanian terpadu.
Baca: UMKM Batik di Kota Magelang Terkendala Kekurangan Modal dan Tenaga Kerja
Wisata ini dirintis bulan November 2018 lalu memanfaatkan lahan bengkok milik pemerintah tersebut.
Sejak beberapa bulan sejak dibukanya, pengunjung pun mulai berdatangan, untuk berwisata dan belajar mengenai pertanian terpadu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengintip-cantiknya-wisata-edukasi-pertanian-terpadu-pinggirejo-di-kota-magelang.jpg)