Jawa

UMKM Batik di Kota Magelang Terkendala Kekurangan Modal dan Tenaga Kerja

Para pelaku UMKM batik yang ada di Kota Magelang masih mengalami kendala dalam menjalankan usahanya.

UMKM Batik di Kota Magelang Terkendala Kekurangan Modal dan Tenaga Kerja
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Perajin batik tengah melukis motif di atas kain batik produksi salah satu UMKM batik di Kota Magelang, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pelaku UMKM batik yang ada di Kota Magelang masih mengalami kendala dalam menjalankan usahanya.

Kendala yang dihadapi adalah kesulitan mencari tenaga kerja yang mampu bekerja secara penuh waktu membuat batik.

Kemudian kekurangan modal, sehingga produksi batik menjadi kurang optimal.

Seperti yang dialami salah satu pelaku usaha batik di Kota Magelang, Naris Pradjoko.

Permintaan atau pesanan batik dari masyarakat terus meningkat, tetapi hal ini tak diimbangi dengan jumlah tenaga kerja dan modal yang mencukupi.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Alhasil, pihaknya pun kewalahan menghadapi pesanan pelanggan.

"Kami masih kewalahan menerima pesanan pelanggan, karena kekurangan tenaga kerja dan modal. Pekerja dan perajin batik ini kurang diminati, terlebih dari kalangan muda. Dari sisi permodalan kami yang masih minim, kami belum memiliki mesin yang dapat membantu proses produksi dan meningkatkan jumlah produksi," ujar Naris, pemilik dari Naris Batik di Kelurahan Jurangombo Selatan, Kota Magelang pada Tribunjogja.com.

Naris mengatakan, kendala-kendala tersebut menyebabkan produksi batik menjadi kurang maksimal.

Tidak sedikit, usaha batik yang ada di Kota Magelang yang terpaksa mengurangi jumlah pesanan untuk mengimbangi kapasitas produksi.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved