Sains
Inilah Kebun Dasar Laut Pertama di Dunia
Tanaman sayuran kini dibudayakan di dasar laut sedalam 100 meter dalam rumah kaca berbentuk ubur-ubur raksasa.
TRIBUNJOGJA.COM - Sayuran biasanya dibudidayakan di pertanian ataupun kebun.
Namun yang dilakukan di Italia ini sungguh berbeda.
Tanaman sayuran kini dibudayakan di dasar laut sedalam 100 meter dalam rumah kaca berbentuk ubur-ubur raksasa.
Baca: Penutupan Taman Nasional Komodo, KLHK Minta Pemda NTT Mempertimbangkan Kembali
Proyek di utara Italia ini akan merevolusi produksi pangan untuk masa depan.
Bangunan di kedalaman 100 meter di bawah laut ini adalah biosfer.
Rumah kaca bawah laut pertama di dunia.
Proyek ini berorientasi ke masa depan, untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.
Di instalasi bawah laut ini tumbuh tanaman yang biasanya dibudidayakan di daratan.
Koordinator proyek, Gianni Fontanesi menyelam rutin untuk memelihara berbagai tanaman.
Baca: Sendok Sayur Ini Memiliki 70 Ribu Follower di Instagram
"Kelihatannya funky dan sekaligus brilian. Sulit menggambarkannya. Saya bekerja tiap hari di sini, memantau pertumbuhannya, dan saya bangga dengan hasilnya," kata Fontanesi.
"Secara teknis sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di laut, tapi juga di danau yang jumlahnya amat banyak di dunia, yang bisa diuntungan sistem ini," sambungnya.
Rumah kaca pertama di dekat pesisir pantai itu, dibangun para penyelam enam tahun silam.
Sinar matahari mencukupi untuk fotosintesa dan tidap perlu insektisida.
Air untuk menyiram tanaman, sebagian berasal dari air garam.
Di Kebun Nemo itu dilakukan eksperimen beragam tanaman sayuran dan buah-buahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kebun-dasar-laut-di-utara-italia.jpg)