Jawa

Produksi Ikan Air Tawar di Kota Magelang Digenjot

Produksi ikan ditarget sebanyak 322.500 ekor di tahun 2019 ini melalui dua Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di Kota Magelang.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Komisi B DPRD Kota Magelang memantau Balai Benih Ikan(BBI) Bojong Magelang Selatan dan Balai Benih Ikan(BBI) Potrobangsan Magelang Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menggenjot produksi benih ikan air tawar.

Produksi ikan ditarget sebanyak 322.500 ekor di tahun 2019 ini melalui dua Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di Kota Magelang.

"Kami targetkan produksi ikan air tawar dapat naik di tahun 2019 ini, kurang lebih 322.500 ekor, naik sebesar 10-20 persen dari tahun sebelumnya," ujar Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko pada Tribunjogja.com, Selasa (22/1/2019).

Eri mengatakan, terdapat dua Balai Benih Ikan (BBI) yakni BBI di Potrobangsan dan BBI Jurangombo.

Terdapat lima jenis ikan dalam pembibitan ini, yaitu nila, gurami, lele, koi, dan komet.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

"Nila menjadi produksi terbanyak dengan 200ribu ekor, lele 100ribu ekor dan koi 2.500 ekor," ujarnya.

Lanjutnya, benih ikan tersebut dijual ke pembudidaya ikan di Kota Magelang, dan juga sekitar magelang.

Untuk benih nila sendiri dihargai Rp 30.000/kg atau Rp 15-200/ekor ukuran 7-9 cm.

Gurami per telor/larva Rp 24-40 atau Rp 25-300/ekor untuk ukuran dim.

Komet dari Rp 1.000/ekor ukuran 4-6 cm sampai Rp 5.000/ekor ukuran 12-15 cm.

Target pendapatan dari penjualan sekitar Rp 35 juta selama tahun 2019.

Sasaran penjualan masih sekitar warga lokal Kota Magelang sampai luar kota, seperti Kabupaten Magelang, Temanggung, dan lainnya.

Baca: Empat Jabatan Kepala OPD di Kota Magelang Kosong, Dua Dilelangkan

“Setiap tahun target pendapatan dinaikkan termasuk tahun 2020 naik menjadi Rp 37,5 juta dan tahun 2021 naik lagi menjadi Rp 40 juta. Benih ikan ini diminati di pasar, kendati kolam produksi kita masih terbatas, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan benih ikan di masyarakat," ujarnya.

Kendati demikian, Eri mengatakan, masih terdapat kendala dalam produksi benih ikan ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved