Nasional

Bantah Rentan Bencana, Menhub RI: Mitigasi NYIA Dipersiapkan secara Matang

"Saya di sini ingin mengklarifikasi bahwa antisipasi dan mitigasi bencana di NYIA sudah kita persiapkan secara matang," tegas Budi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi hadir dalam rapat pembahasan progres pembangunan NYIA pada Minggu (20/01/2019).

Rapat tersebut digelar di Concordia Lounge, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Seusai rapat, saat bertemu dengan jurnalis Budi menyatakan ingin mengklarifikasi rumor terkait rentannya NYIA terhadap dampak bencana alam.

"Saya di sini ingin mengklarifikasi bahwa antisipasi dan mitigasi bencana di NYIA sudah kita persiapkan secara matang," tegas Budi.

Baca: Menhub RI Gelar Rapat di Bandara Adisutjipto, Bahas Progres Pembangunan NYIA

Budi menjelaskan, struktur bangunan terminal NYIA didesain sedemikian rupa sehingga mampu bertahan dari dampak dua bencana alam yang potensial, yaitu gempa bumi dan tsunami.

Bahkan ia menyebut telah mengundang para ahli bencana dari sejumlah perguruan tinggi dalam negeri hingga asal Jepang untuk memastikan kekuatan bangunan bandara baru tersebut.

"Misalnya level pertama bangunan bandara kita desain fleksibel agar tahan dari terjangan tsunami. Jadi sudah kita antisipasi, termasuk sistem evakuasinya," terang Budi.

Senada dengan Budi, Manajer Proyek Pembangunan NYIA dari AP 1 Tauchid Purnomo Hadi menyebut pihaknya sudah melakukan simulasi bencana pada struktur bangunan bandara baru.

Tauchid mengklaim, bangunan terminal NYIA mampu tahan gempa hingga kekuatan 8,8 SR.

Selain itu, bangunan juga tahan terhadap terjangan tsunami hingga ketinggian 12 meter.

"Lantai 2 terminal NYIA kita desain tingginya mencapai 15 meter. Itu kalau terkena tsunami masih aman," jelas Tauchid.

Baca: Antisipasi Ancaman Bencana Longsor, Relawan dan Komunitas Trooper Nusantara Pasang EWS di Imogiri

Tauchid sendiri menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, terkait dijadikannya Pantai Glagah dan sekitarnya sebagai penyangga kawasan NYIA.

Kawasan penyangga tersebut nantinya akan dibuat gundukan-gundukan tanah serta ditanam jenis vegetasi tertentu.

Nantinya kedua model tersebut bermanfaat untuk mengurangi energi tsunami sehingga dampaknya pada bangunan bandara tidak terlalu besar.

"Kami berharap kawasan penyangga tidak dijadikan sebagai pertambakan, sebab akan mengundang burung-burung. Kita tahu burung bisa mengganggu aktivitas penerbangan," kata Tauchid.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved