Bantul

Antisipasi Ancaman Bencana Longsor, Relawan dan Komunitas Trooper Nusantara Pasang EWS di Imogiri

Antisipasi Ancaman Bencana Longsor, Relawan dan Komunitas Trooper Nusantara Pasang EWS di Imogiri

Antisipasi Ancaman Bencana Longsor, Relawan dan Komunitas Trooper Nusantara Pasang EWS di Imogiri
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Relawan bersama komunitas Trooper Nusantara memasang alat early warning system (EWS) longsor di Translok, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Minggu (20/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Relawan dan komunitas Trooper Nusantara memasang Early Warning System (EWS) longsor di perbatasan dusun Mojolegi - Karangrejek, tepatnya di wilayah tranlok, Desa Karangtengah, Imogiri Bantul, Minggu (20/1/2019) siang.

Pemasangan alat ini untuk mengantispasi dini potensi ancaman bencana tanah longsor di wilayah tersebut.

Menariknya, alat EWS longsor yang dipasang di atas bukit setinggi 100 meter ini bukan dari hasil membeli. Akan tetapi karya sendiri asli dari warga Bantul. EWS longsor itu kemudian diberi nama "Si Mbantul"

Baca: Sambut Hari Hari Bhakti Imigrasi ke 69, Kantor Imigrasi Yogyakarta Ajak WNA Membatik

Penggagas ide EWS longsor si Mbantul, Yosep Heru Priyanto, mengatakan alat pendeteksi dini bencana tanah longsor yang dihibahkan kepada masyarakat Desa Karangtengah ini merupakan karya sendiri.

Dari mulai diagram, rancang bangun, perakitan hingga pemasangan dilakukan sendiri dari warga Bantul.

Sebab itu, alat EWS longsor itu kemudian diberi nama si Mbantul.

"Fungsinya sama dengan EWS longsor lain, untuk mendeteksi dini adanya ancaman bencana tanah longsor," katanya, Minggu (20/1/2019).

Relawan bersama komunitas Trooper Nusantara memasang alat early warning system (EWS) longsor di Translok, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Minggu (20/1/2019).
Relawan bersama komunitas Trooper Nusantara memasang alat early warning system (EWS) longsor di Translok, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Minggu (20/1/2019). (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Untuk sistem kerja, EWS si mbantul ini dipasang di atas bukit yang terdiri dari dua tiang.

Tiang pertama dipasang di bagian atas sebagai pusat pergerakan tanah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved