Soccer Style
Emile Linkers Kembali ke Indonesia
Meski hanya satu musim membela Laskar Mataram, pemain yang biasa beroperasi di sektor depan itu, mampu meninggalkan kesan cukup manis.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nama Emile Emanuel Anthony Linkers tentu masih melekat di ingatan para pandemen PSIM Yogyakarta.
Meski hanya satu musim membela Laskar Mataram, pemain yang biasa beroperasi di sektor depan itu, mampu meninggalkan kesan cukup manis.
Linkers sendiri bergabung dengan PSIM pada tahun 2012 silam, bersama dua rekan sekompatriotnya, yakni Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund.
Kedatangan ketiganya kala itu dikenal sebagai trio Belanda yang cukup ditakuti di kompetisi kasta ke dua.
Baca: Linkers Tak Pernah Lewatkan Perkembangan PSIM
Usai memperkuat PSIM, yang ketika itu berlaga di Divisi Utama, penyerang kelahiran 28 tahun silam tersebut memutuskan berkelana ke sejumlah kesebelasan tanah air lainnya, mulai dari PSIS Semarang, Persepam Madura, PSGC Ciamis, hingga Borneo FC.
Talenta yang sukses melesakkan 15 gol dari 16 caps bersama PSIM tersebut, terakhir kali tercatat sebagai pemain profesional di klub Belanda, FC Lienden.
Akan tetapi, ia mengaku, kontraknya dengan yang klub yang bermain di Tweede Divisie itu, telah rampung.
"Ya, kemarin aku main di FC Lienden, di Belanda. Tapi, aku putus kontrak, karena aku ingin kembali bermain lagi di Indonesia," katanya.
Benar saja, Linkers kini telah berlabuh di Indonesia, atau tepatnya di Samarinda, sejak kisaran dua pekan silam.
Walau begitu, ia menuturkan, sampai sejauh ini, memang belum ada satupun kesebelasan tanah air yang menyodorkan tawaran untuk bergabung.
Baca: Emile Linkers Ternyata Masih Ikuti Perkembangan Kabar PSIM
"Memang belum ada tawaran, lagipula aku baru di Samarinda sekitar 17 hari. Aku cuma ingin ikut latihan saja, untuk jaga kondisi," tuturnya.
Talenta yang sempat menekuni karir junior bersama salah satu kesebelasan kenamaan asal Belanda, RBC Roosendaal tersebut mengaku terlanjur jatuh hati dengan Indonesia.
Terlebih, Linkers kini memiliki seorang buah hati yang menetap di tanah air.
"Sejak aku pertama kali datang ke Yogyakarta, aku langsung mencintai Indonesia. Apalagi, aku sekarang punya satu anak laki-laki di sini. Aku ingin dekat sama dia. Kalau bermain di Belanda, rasanya terlalu jauh, kasihan anakku," ungkapnya.
Setelah lebih kurang satu setengah tahun pulang kampung, Linkers pun memandang pesepakbolaan Indonesia mengalami banyak perbaikan.
Pasalnya, ia juga mendengar kabar terkait tertangkapnya sejumlah oknum, yang terlibat dalam skandal match fixing.
"Aku lihat sepakbola Indonesia jadi lebih profesional, dibandingkan dulu. Mereka membuat kemajuan. Aku juga dengar kabar soal beberapa penangkapan itu. Memang, korupsi harus dibuang, biar sepakbola Indonesia maju," tandasnya.
Baca: PSIM Yogyakarta Urung Tentukan Langkah, Pilih Tunggu Kejelasan Jadwal Kompetisi Liga 2 2019
Oleh sebab itu, Linker pun mengaku tidak ada trauma untuk kembali bermain di kompetisi sepakbola Indonesia, meski sempat bermasalah perihal tunggakan gaji selama membela PSIM.
Bahkan, seandainya ada kesempatan, ia siap kembali merumput di Yogyakarta.
"Ya sudah lah, itu sudah lewat. Kalau PSIM kasih aku kesempatan lagi, semoga bisa mencapai kesepakatan, tapi ya ini kan menyangkut regulasi kompetisi juga," cetusnya.
"PSIM punya banyak pemain bagus, itu harus dijaga. Aku percaya, manajemen sekarang sudah bagus, gaji sudah lancar. Semoga saja, aku bisa kembali lagi nanti, kalau ada kesempatan," pungkas pemain yang dijuluki Linkillers oleh suporter PSIM itu. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/emile-emanuel-anthony-linkers3_20171231_140006.jpg)