Yogyakarta
Tim Percepatan Optimistis Pembangunan NYIA Tepat Waktu
Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) diperkirakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) diperkirakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Pemerintah provinsi DIY pun optimistis dengan kinerja kontraktor yang sanggup menyelesaikan pekerjaan hingga April mendatang.
"Dari rapat monitoring yang kami lakukan pihak pelaksana proyek dalam hal ini PT PP mengatakan April bisa selesai. Pekerjaan kontruksi juga progresya cepat," ujar Tim Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY, Rani Sjamsinarsi, kemarin (14/1/2019).
Dia mengatakan, kesanggupan pihak pelaksana proyek untuk pengerjaan bangunan besar ini menjadikan pihaknya optimistis NYIA akan selesai pada April.
Adapun operasional bisa pada bulan selanjutnya, utamanya, untuk penerbangan internasional.
Baca: Potensi Gempa dan Tsunami di Subduksi Pesisir Selatan Jawa Tinggi, Termasuk di Tapak NYIA
"Yang bisa diakses nanti terminal internasional dan runaway juga yakin jadi. Cepat sekali lho mereka progresnya," ujarnya.
Meskipun masih minimum operasional, namun progres selanjutnya juga akan terus dipantau.
Sehingga penerbangan dan pelayanan bisa terus optimal.
Untuk kesiapan infrastruktur lainnya seperti jalur kereta api dan juga transportasi darat, Rani menyebut sudah ada instansi yang bertanggung jawab.
Untuk kereta api memang masih dalam progres desain dan pembebasan lahan untuk jalur dari Kedundang.
"Sementara kemarin bisa diakses dari stasiun Wojo dan ada angkutan menuju bandara, bisa pakai bus," ulasnya.
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam monitoring pekan lalu menilai, progres pembangunan NYIA sejauh ini masih sesuai jadwal dan diyakini target operasional minimum untuk penerbangan international pada April 2019 ini bisa tercapai.
AP I melalui kontraktornya dari PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO mengerjakannya secara baik dan diharapkannya pembangunan bisa dilakukan secara profesional.
Meskipun waktu tersisa terbilang pendek, Sultan tak ingin ada hasil pembangunan yang tak optimal dengan alasan tergesa-gesa.
Misal, ketinggian permukaan landasan tidak seimbang hingga memunculkan genangan air.