PSIM Yogyakarta

Peluang PSIM untuk Pulang Kandang ke Stadion Mandala Krida Terbuka Lebar

Peluang Laskar Mataram untuk kembali ber-homebase di venue pertandingan yang dibangun pada 1976 silam itu, terbuka cukup lebar.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X didampingi sejumlah pejabat meninjau fasilitas stadion Mandala Krida Baru seusai diresmikan di Kota Yogyakarta, Kamis (10/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Harapan PSIM Yogyakarta untuk pulang ke kandang lamanya di Stadion Mandala Krida dapat terealisasi di kompetisi tahun ini.

Akan tetapi, dengan catatan, kompetisi Liga 2 2019 mendatang, baru dilangsungkan setelah bulan Maret.

Pasalnya, sejak mulai ditanam pada kisaran bulan November 2018 silam, kondisi rumput Stadion Mandala Krida kini belum mencapai 100 persen.

Diperkirakan, butuh waktu lebih kurang dua bulan, sampai kondisi rumput benar-benar siap digunakan.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

"Jadi, pemantapannya kemarin belum maksimal, karena kita selesai perapatan baru pertengahan Desember, kemudian langsung progresing. Sekarang, kondisinya masih 80 persen," ujar Konsultan rumput Stadion Mandala Krida, Hari Gunawan pada Tribunjogja.com.

Praktis, peluang Laskar Mataram untuk kembali ber-homebase di venue pertandingan yang dibangun pada 1976 silam itu, terbuka cukup lebar.

Terlebih, sampai sejauh ini, jadwal Liga 2 2019 masih simpang siur, lantaran belum ada kejelasan dari PSSI.

Namun, jika melihat rencana pengguliran Liga 1 2019, dimana operator kompetisi mewacanakannya seusai Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden, pada 17 April mendatang, besar kemungkinan kompetisi kasta ke dua bakal berlangsung setelahnya.

Baca: Stadion Mandala Krida Baru Diresmikan, PSIM Yogyakarta Dapat Pulang ke Rumah

"Memang, stadion ini sudah diresmikan. Tapi, untuk main bola, ya baru bisa dua bulan lagi. Itu sudah kami sampaikan pada dinas-dinas terkait, kalau lapangan sepakbolanya belum bisa dipakai, sampai sekitar bulan Maret lah," imbuh Hari.

Ia pun menjelaskan, kualitas rumput Stadion Mandala Krida kini dapat disejajarkan dengan venue berkelas internasional lain di tanah air, seperti Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), hingga Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

"Untuk stadion ini, rumputnya kita pakai Zoyzia Matrella Linn Merr. Ini salah satu yang terbaik di Indonesia, sudah sesuai standar FIFA," ungkapnya.

Sekadar informasi, sejak Stadion Mandala Krida mulai direnovasi pada kisaran 2013 silam, PSIM pun dipaksa menyandang status tim musafir.

Baca: Mengintip Megahnya Stadion Mandala Krida, Markas PSIM Yogyakarta yang Miliki Rumput Sekelas SUGBK

Stadion Sultan Agung, Bantul kemudian dipilih sebagai kandang sementara Laskar Mataram, dalam tiga musim terakhir. 

Oleh sebab itu, Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto, menyambut baik peresmian stadion syarat sejarah itu.

Walau begitu, dirinya belum mendapat kepastian dari dinas terkait, apakah Stadion Mandala Krida bisa langsung dipakai untuk kompetisi tahun ini.

"Kami belum tahu ya, apakah saat kompetisi nanti sudah bisa digunakan, karena infonya baru bisa dipakai saat Porda (Pekan Olahraga Daerah) DIY 2019, Oktober mendatang," pungkasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved