Hoaks Awal Tahun: Isu 7 Kontainer Surat Suara hingga Kaesang Kibarkan Bendera PKI

Kominfo memberikan klarifikasi beberapa hoaks yang muncul selama dua pekan pertama 2019. Hoaks harus menjadi musuh bersama di era digital

Hoaks Awal Tahun: Isu 7 Kontainer Surat Suara hingga Kaesang Kibarkan Bendera PKI
Tribun Jogja | Dwi Nourma Handito
Awas Hoax - Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, hoax atau kabar palsu banyak bermunculan di dunia maya dan memiliki bermacam jenis. 

Di media sosial Facebook pada Jumat (4/1/2019), beredar unggahan yang menampilkan gambar surat suara sudah tercetak.

"Surat suara sebagian sudah tercetak,,sebelum tgl 1 januari,,foto ini saat validasi di KPU tgl 2 januari,,ya kita bisa menilai sendiri,,siapa yg menyebarkan berita Hoax? KPU kah ataukah org yg dlm video yg sudah beredar luas itu,,hmmm"

FAKTANYA, terhitung Jumat (4/1/2019) baru dilaksanakan kesepakatan dan validasi surat suara yang akan ditandatangani oleh masing-masing pasangan calon.

Setelah proses validasi masih ada proses lelang dan lainnya, jadi kabar adanya surat suara KPU yang sudah dicetak adalah hoaks.

7. Pernyataan Jokowi soal PKI dan Islam Radikal

Telah beredar di media sosial sebuah situs artikel yang menjelaskan Jokowi mengatakan bahwa PKI itu tidak bersalah apalagi mengancam. Ia juga mengatakan, yang berbahaya justru Islam radikal.

FAKTANYA, pihak Istana melalui Sekretariat Presiden menyatakan, Jokowi tidak berbicara soal PKI, apalagi membela PKI dan mengatakan PKI sebagai korban.

Jokowi membahas ancaman terhadap Pancasila secara umum, termasuk infiltrasinya lewat media sosial, dan tidak membahas terkait PKI dalam Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Bali, Selasa (26/9/2018).

Kesimpulannya, pemberitaan Jokowi membela PKI adalah hoaks. Jokowi tidak pernah mengatakan hal tersebut.

8. Anggota Panwaslu dan KPU Buka Belang Lembaganya

Telah beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berjilbab merah tengah meluapkan emosinya dalam sebuah rapat.

Berdasarkan pengamatan Kominfo, beberapa post dinarasikan sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan KPU yang tengah membuka persoalan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan Panwaslu dan KPU.

FAKTANYA, video tersebut berisikan rapat koordinasi antara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Kepolisian, Kejaksaan, dengan DPRD Lampung.

Adapun wanita berjilbab merah merupakan anggota DPRD Lampung, Eva Dwiana, bukan anggora Panwaslu maupun KPU.

Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Gunakan Akun Twitter @chiecilihie80

Peristiwa ini terjadi pada 29 Juni 2018. Dari narasi-narasi yang ada dan tanggal post, seolah-olah peristiwa itu terjadi pada Desember 2018 dan beberapa klaim narasi tiap postingan tidak sepenuhnya tepat.

9. Ketua KPU Saudara Kandung Soe Hok Gie

Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Ketua KPU Arief Budiman dengan salah satu kader PDI Perjuangan pada Rabu (9/1/2019).

Dalam unggahan itu tertulis bahwa Arief merupakan saudara kandung Soe Hok Gie. Arief lahir dengan nama Soe Hok Djin.

FAKTANYA, Arief Budiman (Ketua KPU) bukanlah saudara kandung Soe Hok Gie. Soe Hok Gie memang punya kakak bernama Arief Budiman, yang lahir dengan nama Soe Hok Djin.

Baca: Timses Sebut Tabloid Obor Rakyat Sumber Hoaks, Bukan Karya Jurnalistik

Arief Budiman yang juga kakak Soe Hok Gie merupakan aktivis demostran angkatan 1966 (Gerakan mahasiswa tahun 1966) yang juga pernah menjabat sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia.

Soe Hok Djin lahir di Jakarta pada 3 Januari 1941. Sementara Arief Budiman (Ketua KPU) lahir pada 2 Maret 1974. (Retia Kartika Dewi)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kominfo Rilis 9 Hoaks, dari Isu 7 Kontainer hingga Kaesang Kibarkan Bendera PKI"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved