New Yogyakarta International Airport
Penjelasan Singkat Kenapa Bandara Kulon Progo Diberi Nama NYIA
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menghendaki bandara baru di Temon nantinya tetap bernama New Yogyakarta International Airport
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Iwan Al Khasni
Namun, ia menegaskan semua harus dikerjakan secara profesional.
Baca: Landasan Pacu New Yogyakarta International Airport Berjarak 400 Meter dari Pantai
"Tetap profesional saja dan tidak ada alasan tergesa-gesa. Presiden rencananya juga akan meninjau proyek ini pada Januari atau Februari,"kata Sultan.
Direktur Utama PT I Faik Fahmi mengatakan NYIA ditargetkan rampung secara keseluruhan di akhir 2019 namun akan dilakukan minimum operation pada April tahun ini.
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia dan beberapa maskapai asing disebutnya siap membuka operasi penerbangan di NYIA pada saat itu tiba.
Menurutnya, pihaknya sangat bersemangat menyelesaikan proyek NYIA dengan tetap memperhatikan kualitas.
Koordinasi pada jajaran direksi maupun bersama rekanan dilakukan secara kuat sehingga proyek bisa berjalan baik.
Ia meyakini, keberadaan NYIA akan mempercepat perkembangan parwisata dan industri di DIY serta Jawa Tengah. Ini lantaran bandara baru tersebut memiliki panjang landasan pacu 3.250 meter yang memungkinkannya didarati lebih banyak pesawat.
Terutama, bisa didarati pesawat terbesar dan terberat saat ini macam Boeing 777 dan Airbus A380. Pesawat tersebut sanggup membawa lebih banyak penumpang dari Eropa, Amerika, Arab, dan Asia ke Yogyakarta secara langsung tanpa perlu transit di bandara Soekarno Hatta maupun Ngurah Rai seperti yang terjadi selama ini.
"Ini akan berdampak pada pariwisata dan perekonomian di DIY. Kemampuan ekspor produk lokal juga akan meningkat karena biaya logistik lebih murah. Adanya NYIA akan membuat Yogyakarta lebih istimewa lagi,"kata Faik.
Subscribe Youtube Tribunjogja Official |
Runway Mulai Diaspal pada Februari
Dalam paparannya di depan Sultan, AP I menyebut bahwa progres pembangunan NYIA secara keseluruhan sejauh ini sudah 26 persen dengan kenaikan pengerjaan setiap bulan sekitar 10 persen.
Realisasi pembangunan (berdasarkan proporsi keseluruhan) pada sisi udara (airside) sekitar 3,7 persen dan sisi darat (landside) 15,2 persen. Anggaran yang dikucurkan setiap minggu mencapai Rp152 miliar. Dalam tiga bulan ke depan diharapkan bisa tercapai 30 persen.
Direktur Teknik AP I Lukman F Laisa mengatakan bahwa pada operasionalnya di April 2019, sisi airside NYIA akan tuntas seluruhnya. Yakni meliputi runway sepanjang 3.250 meter, rapid taxiway, holding bay, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron.
Sedangkan pada sisi landside pada saat itu akan sudah memiliki keluasan 12.000 meter persegi dan dilengkapi toll gate, gedung terminal dan perkantoran, masjid, kargo, main power house, gedung sanitasi, ground water tank, dan lainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masterplan-aerotropolis-new-yogyakarta-international-airport-nyia.jpg)