Benarkah Prostitusi adalah Profesi Tertua dalam Kebudayaan Manusia?

Prostitusi dengan konsep menjajakkan diri di sepanjang jalan atau (dulu) Gang Dolly baru dikenal sejak masa Ratu Victoria di Inggris.

Benarkah Prostitusi adalah Profesi Tertua dalam Kebudayaan Manusia?
IST
Ilustrasi profesi prostitusi 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa hari ini publik diramaikan dengan pemberitaan ditangkapnya seorang artis/aktris berinisial VA dalam sebuah kegiatan prostitusi di Surabaya.

Pada awalnya polisi hanya menyebutkan dua nama terkait pekerja seksual komersial yang terlibat. Namun setelah dilakukan penangkapan terhadap dua mucikari berinisial TN dan ES, polisi mengatakan bahwa mucikari ini memiliki 45 aktris yang masuk dalam jaringan ini.

Pasien Wanita yang Koma 10 Tahun Melahirkan Bayi, Polisi Curigai Terjadi Pelecehan Seksual

Bila kita berbicara mengenai prostitusi, gagasan bahwa "prostitusi adalah profesi tertua dalam kebudayaan manusia" seringkali muncul dalam berbagai pembahasan. Namun apakah anggapan ini memang demikian benar? Apakah prostitusi juga sudah ada dalam peradaban purba kita?

Sebuah artikel yang ditulis oleh Forrest Nickman dalam Slate.com pada 6 Maret 2012, mengatakan—berdasarkan keterangan antropolog University of Chicago, Don Kullick—bahwa prostitusi memang sudah ada sejak awal peradaban manusia, tetapi belum bisa dipastikan apakah hal ini memang menjadi profesi tertua.

Salah satu bukti bahwa prostitusi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu adalah naskah-naskah yang menyebutkan bahwa tentara Israel memiliki banyak istri dan selir, Raja Solomon dikenal memiliki 700 istri dan 3.000 selir, dan pada masa Romawi Kuno, orang sudah bisa membeli seks dengan koin.

Walaupun memang seakan tergambar bahwa prostitusi sudah ada sejak lama, tetapi prostitusi dengan konsep menjajakkan diri di sepanjang jalan atau (dulu) Gang Dolly baru dikenal sejak masa Ratu Victoria di Inggris. Bahkan saat itu prostitusi disebut sebagai penyebab mewabahnya penyakit menular seksual.

Sejarah Profesi Prostitusi

Frasa "prostitusi profesi tertua" sendiri sebenarnya muncul pada akhir tahun 1800-an. Namun sayangnya frase yang kerap diucapkan saat ini muncul dari kesalahan mengutip, bukan didasarkan atas riset ilmiah atau bukti sejarah.

Pada tahun 1888, Rudyard Kipling menulis sebuah artikel mengenai prostitusi. Artikel tersebut dimulai dengan kalimat, "Lalun adalah anggota dari profesi paling tua di dunia."

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved