Kulon Progo

Kerusakan Jalan Semakin Parah di Areal Pembangunan Bandara NYIA

Saat ini, sebagian armada truk dari area pertambangan di Pengasih masuk ke jalan-jalan di Kota Wates, area alun-alun, dan RSUD Wates.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNjogja.com | Alexander Ermando
Maket New Yogyakarta International Airport 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo meminta pemerintah kabupaten setempat untuk mengatur secara jelas jalur jalan yang dilakui armada truk pertambangan.

Penataan jalur diperlukan lantaran selama ini sudah banyak kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat, seperti di sekitar proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo, Aji Pangaribawa meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat untuk menentukan titik-titik jalan yang dapat dilalui armada tambang.

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

Saat ini, sebagian armada truk dari area pertambangan di Pengasih masuk ke jalan-jalan di Kota Wates, area alun-alun, dan RSUD Wates.

Dampaknya, terjadi kerusakan jalan dalam kota yang cukup parah hingga menimbulkan keluhan di masyarakat.

"Masyarakat memberi masukan agar kebdaraan tambang yang melewati Kota Wates dialihkan ke jalur lain agar tidak semakin menimbulkan kerusakan," kata Aji pada Tribunjogja.com, Kamis (3/1/2018).

Menyikapi itu, pihaknya mengusulkan disusunnya jalur pengalihan oleh instansi terkait terhadap armada pengangkut hasil tambang dari kawasan bukit Menoreh sehingga tidak timbul lebih banyak kerusakan jalan.

Baca: Ribuan Pekerja Bandara NYIA Kulon Progo Terancam Tak Bisa Nyoblos

Komisi III juga meminta Pemkab segera menyusun rencana anggaran biaya (RAB) untuk perbaikan ruas jalan Mlangsen-Pripih di wilayah Temon dan Kokap yang rusak karena dilalui armada truk tambang untuk proyek NYIA.

Beberapa waktu lalu, perwakilan masyarakat dari Desa Janten, Karangwuluh, (Temon) dan Hargomulyo (Kokap) mengadu pada pihaknya terkait kerusakan jalan tersebut yang sudah merugikan aktivitas warga.

Aji berharap masalah kerusakan jalan itu bisa segera diselesaikan.

"DPUKP segera selesaikan RAB dan diajukan ke bupati supaya bisa dicarikan solusi skema pembiayaannya. Panggil juga pihak-pihak terkait dari penambang dan pelaksana proyek," kata Aji.

Baca: Pembangunan NYIA Genjot Peningkatan Gangguan Kamtibmas

Kepala DPUPKP Kulon Progo, Gusdi Hartono mengatakan RAB perbaikan ruas jalan Pripih-Mlangsen sudah diselesaikan dan akan dikomunikasikan dengan bupati.

Terkait armada kendaraan tambang yang masuk ke area kota, pihaknya juga telah mengirim surat permohonan penertiban angkutan tambang ke Dinas Perhubungan.

Pasalnya, dari pantauannya, angkutan-angkutan tambang itu terindikasi melebihi tonase jalan yang diizinkan.

"Sudah banyak armada tambang masuk ke jalan dalam kota sejak November 2018. Penertiban dan pembatasan muatan serta lalu lintas angkutan tambang di dalam kota ini perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan," kata dia.(*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved