Raja Salman Rombak Kabinet, Menlu dan Komandan Garda Nasional Diganti

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah perintahkan perombakan kabinet pemerintahannya. Namun, posisi Pangeran MBS sebagai putra mahkota tetap aman

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST/AFP-SPA
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz 

TRIBUNJOGJA.COM - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah memerintahkan perombakan dalam kabinet pemerintahannya.

Sejumlah pejabat tinggi setingkat menteri pun diganti, termasuk menteri luar negeri dan kepala garda nasional, serta membentuk badan antariksa.

Namun, posisi Mohammed bin Salman (MBS) sebagai pangeran mahkota sekaligus pemimpin de facto Kerajaan Saudi tidak tersentuh.

Sebelumnya, MBS sempat mendapat tudingan dunia internasional atas dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dilansir AFP dari keputusan kerajaan Saudi yang dirilis, Kamis (27/12/2018), ditunjuk untuk menempati jabatan sebagai menteri luar negeri menggantikan Adel al-Jubeir adalah Ibrahim al-Assaf.

Al-Assaf merupakan mantan menteri keuangan yang sempat ditahan oleh kerajaan saat dilakukan penindakan terhadap para terduga korupsi November tahun lalu.

Penunjukan lainnya adalah Pangeran Abdullah bin Bandar yang menjadi kepala Garda Nasional, sementara Musaed al-Aiban diangkat menjadi penasihat keamanan nasional.

Perombakan juga dilakukan untuk posisi menteri informasi yang kini dijabat Turki al-Shabanah. Pejabat posisi ini sebelumnya, Awwad al-Awaad dipindahkan menjadi penasihat pengadilan kerajaan.

Pembantu dekat pangeran mahkota, Turki al-Sheikh, diperintahkan menjabat sebagai kepala otoritas hiburan, dari posisi sebelumnya sebagai kepala komisi olahraga.

Perubahan juga terjadi untuk posisi kepala otoritas pariwisata yang kini ditempati Ahmed al-Khatib.

Bentuk Badan Antariksa

Raja Salman juga memerintahkan pembentukan badan antariksa nasional yang akan dipimpin oleh putranya, Pangeran Sultan bin Salman, yang juga mantan astronot.

Menurut seorang pengamat, Ali Shihabi dari The Arabia Foundation, perombakan yang dilakukan Raja Salman terhadap kabinet pemerintahan ini dianggap akan semakin memperkuat konsolidasi kekuatan oleh pangeran mahkota.

"Banyak dari mereka yang dipromosikan adalah sekutu kunci dari pangeran mahkota," kata Shihabi melalui akun Twitter-nya.

Sementara analis melihat, penunjukan Assaf sebagai menteri luar negeri memperlihatkan penekanan dalam diplomasi ekonomi, sebagai upaya untuk meyakinkan investor asing setelah Arab Saudi diterpa krisis kepercayaan dari kasus Khashoggi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved