Techno

Inilah Skandal Facebook sepanjang 2018

Paling tidak ada 21 skandal yang menerpa dan sebagian di antaranya masih akan berlanjut pada tahun depan.

Editor: Ari Nugroho
THE NEW YORK TIMES/ PETE MAROVICH
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018). 

Data pribadi milik 87 juta pengguna Facebook bocor ke perusahaan pihak ketiga yakni Cambridge Analytica.

Data pengguna dikais melalui aplikasi kepribadian bernama #yourdigitallife.

Data tersebut disinyalir digunakan untuk kepentingan politik demi memenangkan Donald Trump dalam kontetasi pemilu AS tahun 2016.

Meski disebut disalahgunakan untuk kepentingan pemilu AS, nyatanya kebocoran data juga menimpa pengguna Facebook di Indonesia.

Facebook mencatat setidaknya ada 1 juta data penggunanya di Indonesia yang terdampak pencurian data ini.

Baca: Puluhan Akun KKB Papua Diblokir, Paling Banyak Gunakan Facebook untuk Propaganda

Akibat kejadian ini, bos besar Facebook, Mark Zuckerberg pun harus menghadap wakil rakyat AS untuk memberikan keterangan terbuka.

Di Inggris, Komisi Informasi setempat juga menjatuhkan denda ke Facebook karena melanggar undang-undang perlindungan data pengguna.

4. Zuckerberg dipanggil Kongres AS (April)

Setelah skandal Cambridge Analytica mencuat, Zuckerberg menghadap wakil rakyat AS di Capitoll Hill, Washington DC, AS pada 10-11 April lalu.

Zuckerberg dicecar beragam pertanyaan selama lima jam oleh para senator yang secara garis besar membahas soal privasi, keterlibatan Rusia, bagaimana cara kerja algoritma sang media sosial, model bisnis yang dijalankan Facebook, hingga isu monopoli.

Uniknya, tak hanya terkait masalah serius, banyak pula para senat yang berkonsultasi perihal IT kepada sang pemilik Facebook langsung.

Misalnya, apakah Facebook bisa mengetahui apabila ada pengguna yang mengirim e-mail melalui WhatsApp.

Baca: Fitur Terbaru Manage Your Time di Facebook, Cara untuk Mencegah Kecanduan Sosial Media

Pertanyaan tersebut terdengar konyol mengingat WhatsApp adalah aplikasi pesan instan, bukan platform berkirim surel.

5. Iklan propaganda politik (Mei)

Partai Demokrat AS merilis 3.500 iklan di Facebook dan Instagram yang terkait IRA.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved