Di Zona Maut Everest Ini, Batuk Pun Bisa Berakibat Kematian

Death Zone atau Zona Maut aadalahjulukan bagi medan yang berada di ketinggian 8.000 mdpl

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
everest.id
Gunung Everest 

Contohnya adalah patokan "green boots" di jalur timur laut, yang dipercaya sebagai Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996.

Green Boots adalah salah satu tengara atau patokan dalam perjalanan menuju puncak Everest di jalur timur laut. Nama ini diambil dari sepatu bot berwarna hijau menyala milik Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996. (Maxwelljo40/Wikimedia Commons)
Green Boots adalah salah satu tengara atau patokan dalam perjalanan menuju puncak Everest di jalur timur laut. Nama ini diambil dari sepatu bot berwarna hijau menyala milik Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996. (Maxwelljo40/Wikimedia Commons) ()

Julukan green boots ini berasal dari sepatu botnya yang berwarna hijau cerah. Namun, pada 2014, patokan ini sempat menghilang.

Bisa jadi karena dipindahkan atau telah terkubur, dan dilaporkan terlihat kembali pada 2017.

Namun, banyaknya pendaki yang kehilangan nyawanya di Death Zone tidak membuktikan bahwa zona tersebut tidak bisa dilewati. Buktinya pada 8 Mei 1978, Reinhold Messner dan Peter Habeler melakukan hal yang sebelumnya dianggap mustahil, yaitu berhasil melewati Death Zone tanpa menggunakan tabung oksigen.

Sumber : National Geographic

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved