Kelompok Kurdi Mendekat ke Damaskus, Hadapi Ancaman Serangan Turki

Sejumlah pejabat tinggi Syrian Defence Forces (SDF) berada di Damaskus. Mereka tiba di Bandara Mezzeh Damaskus menggunakan helikopter

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
kurdistan24.net
Anggota Kurdish People's Protection Unit (YPG), petempur Kurdi Suriah sedang berpatroli di wilayah utara Suriah. 

TRIBUNJOGJA.COM, DAMASKUS - Kelompok Kurdi Suriah bergerak cepat meminta pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah Damaskus. Hal ini dilakukan menyusul rencana penarikan pasukan AS dari Suriah, dan ancaman Turki.

Dikutip Al Masdar News, Jumat (21/12/2018), sejumlah pejabat tinggi Syrian Defence Forces (SDF) berada di Damaskus. Mereka tiba di Bandara Mezzeh Damaskus menggunakan helikopter.

Sumber yang mengikuti pertemuan tingkat tinggi itu mengatakan, kedua pihak sepakat ancaman serangan pasukan Turki di Suriah utara dan timur adalah ancaman terhadap kedaulatan Suriah.

Namun sejauh ini belum ada kesepakatan apa-apa dicapai dari pertemuan itu. Kelompok Kurdistan kini tidak punya pilihan banyak, jika sekutu dan pelindung utama mereka meninggalkan Suriah.

Pilihan paling realistis, mereka berdamai dengan pemerintah Damaskus, dan bersama-sama menghadapi ancaman serangan dari pasukan Turki.

Kelompok SDF ini sebelumnya menuding pemerintah AS menikam dari belakang, terkait keputusan penarikan pasukan dari Suriah.

Kurdi Suriah Tuding AS Berkhianat dan Menikam Mereka dari Belakang

"Ini pengkhianatan dan menikam dari belakang," kata perwakilan Syrian Defence Forces (SDF) sayap militer Kurdi yang selama ini jadi sekutu utama AS di Suriah.

Komentar ini dikutip Sky News Arabia, Kamis (20/12/2018). Pihak Kurdi secara resmi belum menerima pemberitahuan tentang keputusan mengejutkan AS ini. 

Washington atas perintah Presiden Donald Trump memutuskan menarik secara total pasukannya dari Suriah. Proses penarikan akan segera dimulai sesegera mungkin.

Amerika Segera Tarik Total Pasukannya dari Medan Perang Suriah

Kabar ini diwartakan CNN mengutip sumber mereka di Pentagon, Kamis (20/12/2018). Perintah penarikan datang dari Presiden Donald Trump menyusul cuitannya tentang Suriah. 

Trump mencuit pernyataan AS telah mengalahkan ISIS di Suriah, dan hanya itu alasan pasukan AS dipertahankan di Suriah selama pemerintahannya.

Keputusan menarik pasukan dari Suriah ini mengejutkan, dan berkebalikan dengan kebijakan Washington di Suriah selama ini.

Belum diketahui apa pertimbangan lain dari Trump yang membuat keputusan mengejutkan ini. Di lapangan, situasi di Suriah relatif genting, terutama di utara.

Tak Hanya Pasukan AS, Prancis Juga Siap Tarik Prajuritnya dari Suriah

Pasukan Turki dalam jumlah besar terkonsentrasi di dalam wilayah Suriah, dan siap memerangi pasukan Kurdi, sekutu utama AS di negara ini.

Turki memiliki kelompok-kelompok bersenjata sipil yang dijadikan proksi mereka dalam konflik Suriah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved