Kulon Progo
Pembangunan Gedung Baru SDN 3 Glagah Terdampak NYIA Belum Juga Rampung
Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Glagah sepertinya harus lebih lama menumpang belajar di rumah warga.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Glagah sepertinya harus lebih lama menumpang belajar di rumah warga.
Pasalnya, gedung baru sekolah tersebut hingga kini belum juga tuntas dibangun.
SDN 3 Glagah merupakan sekolah yang turut tergusur oleh pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo.
Bangunan lamanya di Pedukuhan Kepek dibongkar untuk proyek nasional tersebut dan segenap aktivitas belajar di sekolah itu dipindahkan ke bangunan sementara yang meminjam rumah warga di Pedukuhan Kretek.
Adapun gedung penggantinya masih dalam masa pembangunan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo di lahan seluas 2.200 meter persegi di tengah-tengah kompleks pemukiman relokasi warga terdampak NYIA di Pedukuhan Bebekan.
Tahap pertama pembangunan gedung baru dengan dana senilai sekitar Rp2,8 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 saat ini sudah dirampungkan dan wujud fisik gedung tiga lantai itu sudah tampak meski fasilitasnya terbilang masih sangat minim.
Baca: Ini Janji Bupati Kulonprogo pada SDN 3 Glagah
"Di sana sudah ada 6 ruang kelas serta ruang guru dan kepala sekolah. Namun, belum sempurna. Jaringan listrik dan air baru terpasang untuk lantai tiga saja dan sudah ada tiga kamar mandi serta satu urinoir. Siswa masih harus prihatin lagi untuk beberapa waktu ke depan," kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Suharyono, Rabu (19/12/2018).
Meski sebetulnya masih jauh dari layak, pemindahan kegiatan belajar siswa ke gedung baru itu menurutnya bisa segera dilakukan untuk semester II tahun ajaran 2018/2019 ini.
Hal itujuga menjadi keinginan pihak sekolah dengan mempertimbangkan kenyamanan siswa.
Mereka sudah setahun belakangan menumpang belajar di rumah warga yang dijadikan sekolah sementara.
Lingkungan dan kondisi ruang belajarnya dinilai kurang nyaman bagi siswa.
"Pihak keluarga sudah meminta pindah. Mungkin karena di lokasi baru lebih nyaman dan dekat permukiman warga. Jadi, bukan kami yang ngoyak-oyak melainkan mereka sendiri ingin segera pindah,"kata dia.
Baca: Disdikpora Tempatkan Pengawas Khusus Dampingi SDN 3 Glagah Terdampak Bandara
Di sisi lain, dana untuk pembangunan tahap kedua gedung sekolah tersebut hingga kini ternyata belum tersedia sepeserpun.
Anggarannya tidak terakomodasi dalam 2019. Disdikpora hingga saat ini juga masih sebatas menyampaikan rencana kebutuhan untuk pembangunan tahap kedua tersebut tanpa mencantumkan kepastian nilai anggaran yang dibutuhkan.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan konsultan perencana untuk menyusurn detail rencana pembangunanya di tahap kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-sdn-3-glagah-belajar_20171023_122652.jpg)