Pendidikan

UNY Siapkan Diri Hadapi Pola Baru SBMPTN

SNMPTN direncanakan akan dilaunching pada (4/1/2019) bersamaan dengan pengisian dan verifikasi PDSS yang berlangsung hingga (29/1/2019).

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
ilustrasi SBMPTN 2019 

TRIBUNJOGJA.COM - Menghadapi pola baru SBMPTN yang jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Universitas Negeri Yogyakarta telah menyiapkan diri menghadapi hal tersebut.

Jika sebelumnya SBMPTN di tahun 2018 dilaksanakan dengan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) dan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), pada 2019 diganti hanya dengan UTBK.

Wakil Rektor I UNY Margana menerangkan jika tidak hanya UTBK saja, nantinya meteri tes yang akan digunakan juga berbeda dengan tahun sebelumnya.

Yang mana awalnya terdapat TKPA, TKD Saintek dan TKD Soshum, pada tahun depan hanya ada materi Tes Potensi Skolastik (TPS) Dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

"Kelompok ujian yang dulu ada Soshum, Saintek dan Campuran, pada tahun depan Campuran ditiadakan. Pelaksanaan ujian tahun depan dilakukan 12 kali, setiap tes dilaksanakan dua sesi, pagi dan siang, berbeda dengan tahun ini yang diadakan satu kali pada 8 Mei 2018," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dia juga menerangkan jika nantinya peserta tes SBMPTN juga bisa mengikuti dua kali tes.

Hal tersebut jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca: Simak, SBMPTN 2019 akan Berbeda dari Tahun ini

“Peserta SBMPTN bisa mengikuti dua kali tes. Bagi pengambil prodi seni dan olahraga cukup melampirkan portofolio saja, tidak perlu mengikuti ujian ketrampilan seperti tahun ini," jelasnya.

Lebih lanjut dia menerangkan jika nantinya para peserta dapat mengikuti Kelompok Saintek 1 (satu) kali dan kelompok Soshum 1 (satu) kali; atau Kelompok Saintek 2 (dua) kali; atau Kelompok Soshum 2 (dua) kali.

"Demikian pula dalam pemilihan program studi, setiap siswa diperbolehkan memilih sebanyak-banyaknya dua prodi dari satu atau dua PTN. Peserta yang tidak diterima SNMPTN dan akan mendaftar di SBMPTN tidak perlu mengisi data (single entry), dan peserta yang sudah dinyatakan diterima di SNMPTN otomatis tidak dapat mendaftar di SBMPTN,” katanya.

Margana mengungkapkan untuk jalur SNMPTN, UNY akan mengambil kuota 20% dari jumlah total mahasiswa baru dengan ketentuan, SMA/MA/SMK (N/S) yang mempunyai NPSN, sekolah terakreditasi A : 40 % terbaik di sekolahnya; akreditasi B : 25 % terbaik di sekolahnya; dan akreditasi C serta lainnya : 5% terbaik di sekolahnya. Serta mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Baca: Cara Baru SBMPTN 2019: Tes Dilakukan 24 Kali, Daftar ke PTN Belakangan

Kepala Admisi UNY, Setya Raharja, mengatakan jika UNY akan menyelenggarakan tiga pola penerimaan mahasiswa baru yaitu SNMPTN yang berbasis rekam jejak prestasi, SBMPTN dengan UTBK dan Seleksi Mandiri menggunakan prestasi unggul, skor UTBK, dan ujian tulis D3.

"Prestasi unggul merupakan seleksi non-tes calon mahasiswa D3 dan S1. Seleksi Mandiri mengambil kuota maksimal 30% dari seluruh calon mahasiswa baru UNY," tambahnya.

SNMPTN direncanakan akan dilaunching pada (4/1/2019) bersamaan dengan pengisian dan verifikasi PDSS yang berlangsung hingga (29/1/2019).

Pendaftaran SNMPTN berlangsung (4—14/2/2019) serta diumumkan (29/3/2018).

Untuk SBMPTN diawali dengan pendaftaran UTBK (12/1-27/3/2019), pelaksanaannya dijadwalkan (30/3-26/5/2019) dan diumumkan (10/4-2/6/2019).

Pendaftaran SBMPTN dimulai (10-24/6/2019) dan diumumkan (9/7/2019). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved