Tips
6 Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah
Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah Modal nikah vs tabungan masa depan
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Iwan Al Khasni
"Jodoh itu di tangan Tuhan, membuka rekening bersama itu beruntung kalau jadi menikah, kalau tidak? Jika malah putus, pembagian uang tabungan ini justru jadi masalah yang baru dan runyam," katanya.
5. Jangan melompati fase
Terkait dengan tabungan bersama di poin atas, Angga mengingatkan untuk tidak mencoba membuka rekening bersama saat masih pacaran.
Angga mengingatkan, "Fasenya itu dari single kemudian menikah. Membuka tabungan bersama itu tidak seharusnya dilakukan untuk yang belum menikah. Jika sudah menikah, baru mulai berpikir memiliki aset bersama."
Baca: Unboxing Kuliner #7: Adu Kelezatan 5 Fried Chicken Merek Lokal di Jogja
6. Mencoba realistis
Angga menyontohkan, jika biasanya dalam pernikahan, pihak pria akan memberikan uang kepada pihak wanita, yang kemudian akan dikelola untuk menggelar hajatan.
Dia mengungkapkan, "Laki-laki jangan berpikir idealis untuk menanggung semua biaya pernikahan sendiri. Yang terpenting niatnya baik."
Contohnya, kamu berusia 26 tahun dan ingin menikahi pasangan di usia 28 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp5 juta per bulan. Lalu, kamu menyisihkan Rp1,5 juta per bulan, dalam dua tahun kamu sudah memiliki Rp36 juta.
Uang tabungan itu bisa diberikan pada pihak wanita dan didiskusikan bersama keluarga, jangan terpaku pada idealisme untuk membiayai pernikahan dengan uang sendiri.
Angga menambahkan contoh dan tips yang dibagikannya ini berlaku untuk seseorang yang bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan tetap.
(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)