Tips

6 Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah

Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah Modal nikah vs tabungan masa depan

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Iwan Al Khasni
www.frontstreet.net
ILUSTRASI: 6 Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah 

Tips dari Financial Planner Buat Kamu yang Lagi Ngumpulin Modal Nikah

TRIBUNJOGJA.COM - Sudah mantap ingin menikah, tapi bingung bagaimana mengatur keuangan untuk modal nikah?

Financial planner, Angga Octo Pratama, SE, CFP, bersedia diwawancarai oleh Tribunjogja.com pada Kamis (13/12/2018) dan akan berbagi tips bagaimana anak muda mengumpulkan modal nikah.

1. Modal nikah vs tabungan masa depan

Ketimbang menyebutnya modal nikah, Angga lebih memilih istilah tabungan masa depan.

Menurutnya, menikah adalah satu di antara rencana yang ada di masa depan dan setelahnya juga banyak yang harus dipikirkan.

"Tabungan itu disesuaikan dengan kebutuhan, setelah menikah, ada lagi tabungan rumah tangga, anak sekolah, dll," ungkapnya.

2. Ada dua faktor yang harus dipikirkan

Berbicara soal tabungan masa depan untuk pernikahan, Angga menyebutkan ada dua faktor utama, yaitu orangtua dan diri sendiri.

Dia menjelaskan, "Keinginan kita untuk menggelar pernikahan, mungkin berbeda dengan orangtua. Kita mungkin ingin syukuran sederhana setelah akad, tapi orangtua ingin ada pesta, itu harus didiskusikan dan jadi pertimbangan."

Baiknya, pernikahan memang disesuaikan dengan kemampuan.

3. Porsi tabungan masa depan

Porsi ideal tabungan adalah 20% dari penghasilan, begitu juga dengan tabungan masa depan.

Setelah menerima penghasilan, langsung potong 20% untuk ditabung, jangan mengambil sisa uang yang sudah dipakai.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

4. Tabungan bersama

Untuk sepasang kekasih yang telah mantap menuju ke pelaminan, mungkin pernah terbesit untuk memiliki tabungan bersama sebagai modal nikah.

Menurut Angga, cara ini keliru.

"Jodoh itu di tangan Tuhan, membuka rekening bersama itu beruntung kalau jadi menikah, kalau tidak? Jika malah putus, pembagian uang tabungan ini justru jadi masalah yang baru dan runyam," katanya.

5. Jangan melompati fase

Terkait dengan tabungan bersama di poin atas, Angga mengingatkan untuk tidak mencoba membuka rekening bersama saat masih pacaran.

Angga mengingatkan, "Fasenya itu dari single kemudian menikah. Membuka tabungan bersama itu tidak seharusnya dilakukan untuk yang belum menikah. Jika sudah menikah, baru mulai berpikir memiliki aset bersama."

Baca: Unboxing Kuliner #7: Adu Kelezatan 5 Fried Chicken Merek Lokal di Jogja

6. Mencoba realistis

Angga menyontohkan, jika biasanya dalam pernikahan, pihak pria akan memberikan uang kepada pihak wanita, yang kemudian akan dikelola untuk menggelar hajatan.

Dia mengungkapkan, "Laki-laki jangan berpikir idealis untuk menanggung semua biaya pernikahan sendiri. Yang terpenting niatnya baik."

Contohnya, kamu berusia 26 tahun dan ingin menikahi pasangan di usia 28 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp5 juta per bulan. Lalu, kamu menyisihkan Rp1,5 juta per bulan, dalam dua tahun kamu sudah memiliki Rp36 juta.

Uang tabungan itu bisa diberikan pada pihak wanita dan didiskusikan bersama keluarga, jangan terpaku pada idealisme untuk membiayai pernikahan dengan uang sendiri.

Angga menambahkan contoh dan tips yang dibagikannya ini berlaku untuk seseorang yang bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan tetap.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved