Bisnis

Fintech Dilarang Akses Informasi Diri Peminjam

OJK melarang perusahaan fintech atau peer to peer lending mengakses data pribadi dari peminjam.

Fintech Dilarang Akses Informasi Diri Peminjam
ist
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Data pribadi konsumen financial technology (fintech) menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK melarang perusahaan fintech atau peer to peer lending mengakses data pribadi dari peminjam.

OJK mengingatkan ada resiko jika fintech sampai menyalahgunakan data diri peminjam.

"OJK melarang penyelenggara P2P lending mengakses daftar kontak, berkas gambar dan informasi pribadi dari smartphone pengguna P2P, serta wajib memenuhi seluruh ketentuan POJK 77/2016 dan POJK 18/2018 mengenai Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan," ujar Ketua OJK Regional 3 Jateng-DIY Aman Santosa, dalam keterangan resminya, Kamis (13/12/2018).

Tren pembiayaan P2P lending di Jawa Tengah berkembang cukup signifikan.

Hingga Oktober 2018, sudah ada 72 perusahaan terdaftar, dengan 1 diantaranya telah berizin.

Dari segi pembiayaan, telah mencapai 845,42 miliar dengan 172.142 orang jumlah peminjam (borrower).

Sementara pemberi pinjaman (lender) sebanyak 13.388 orang.

Baca: Awas! Fintech Ilegal Bisa Curi dan Salahgunakan Data Anda

OJK menjelaskan, keberadaan P2P lending adalah salah satu alternatif pendanaan yang mempermudah akses keuangan masyarakat.

Namun demikian, masyarakat harus memahami risiko ketika berinteraksi dengan P2P lending.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved