Sleman

Awasi Jajanan Anak Sekolah, Dinas Kesehatan Sleman Beri Edukasi Kepada Pedagang

Dari sisi edukasi kepada siswa, Dinas Kesehatan Sleman bekerjasama dengan sekolah, agar sekolah memasukkan konten pangan jajanan sehat ke dalam mapel

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kasi Farmasi dan Kesehatan Makanan dan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto (dua dari kiri) saat menjadi narasumber dalam acara Gerakan Sadar Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman pada Kamis (13/12/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seiring gencarnya pengawasan yang dilakukan BBPOM DIY terhadap pangan jajanan pada anak sekolah, Dinas Kesehatan Sleman juga terus melakukan pengawasan kepada para pedagang yang ada di sekolah-sekolah.

Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman sendiri, selain menyasar para pedagang, juga memberikan edukasi kepada siswa, pihak sekolah maupun orangtua siswa.

Kasi Farmasi dan Kesehatan Makanan dan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto menyampaikan, Dinkes Sleman memiliki program stikerisasi untuk para pedagang di sekolah.

"Program stikerisasi ini para pedagang masuk paguyuban dulu, terdata, lalu dilakukan pembinaan berupa penyuluhan, teknis-teknis mengolah makanan yang baik," kata Gunanto pada Kamis (13/12/2018).

Baca: Pastikan Keamanan Jajanan Anak Sekolah, BBPOM DIY Gencarkan Pengawasan ke Sekolah-sekolah

Selain itu para pedagang juga diberikan penyuluhan tentang bagaimana memilih bahan pewarna makanan sampai pada tahap menghasilkan makanan yang aman dengan dibuktikan melalui uji laboratorium.

"Kadang program stikerisasi ketika menguji hasilnya belum baik, lalu kita minta untuk uji ulang. Sehingga kalau di uji laboratorium pertama belum lolos, pedagang akan uji ulang sampai lolos," lanjutnya.

Dari sisi edukasi kepada siswa, Dinas Kesehatan Sleman bekerjasama dengan sekolah, agar sekolah memasukkan konten pangan jajanan sehat ke dalam mata pelajaran.

Baca: Resep dan Cara Membuat Kue Lapis, Jajanan Pasar Yang Kaya Manfaat

Sebab menurut Gunanto, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini dengan mengajarkan bagaimana pola hidup bersih dan sehat (PHBS) salah satunya melalui makanan.

Selain itu, orangtua maupun masyarakat yang ada di sekitar sekolah juga diberikan edukasi.

"Lewat puskesmas kita punya kader kadernya PKK, Karang Taruna, Posyandu itu juga mengkampanyekan makanan sehat bagi anak-anak," ujarnya kepada Tribunjogja.com.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved