Sports
FPTI DIY Berhasrat Cetak Atlet Kaliber Internasional
Hal itu tak bisa dilepaskan dari keinginan memasyarakatkan panjat tebing, menuju masyarakat yang sehat.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DIY resmi mengukuhkan pengurus barunya untuk periode 2018-2022, dengan didapuknya Setiya sebagai Ketua Umum.
Seakan tak ingin membuang waktu, sejumlah program langsung disiapkan.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Bantul tersebut mengatakan, dalam masa kepemimpinannya selama empat tahun ke depan, akan mengacu pada lima kata kunci, yakni hebat, sehat, semangat, manfaat dan kuat.
Setiya menjelaskan, kata kunci pertama, yaitu hebat, dalam artian ingin mencetak, sekaligus menciptakan talenta daerah, menjadi atlet panjang tebing kelas internasional, yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di gelaran tingkat dunia.
"Ini sekaligus menjadi wujud kontribusi DIY untuk Indonesia, yang tentu harus melalui proses yang panjang," katanya, Senin (3/12/2018).
Baca: Kontingen DIY Terjunkan Empat Atlet di Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur di Riau
Melalui kata kunci sehat, dirinya ingin cabang olahraga (cabor) panjat tebing menjadi bagian dari masyarakat, seperti halnya sepak bola dan bulutangkis yang telah mendunia.
Hal itu tak bisa dilepaskan dari keinginan memasyarakatkan panjat tebing, menuju masyarakat yang sehat.
Kemudian, lewat kata semangat, Setiya meyakini, panjat tebing dapat memunculkan sebuah dorongan, sekaligus menjadi olahraga pilihan, atau alternatif yang positif bagi generasi muda, terutama dalam hal penguatan karakter dan sebagainya.
Sedangkan mengenai makna dari kata kunci manfaat, ia berharap, melalui pengelolaan manajemen panjat tebing yang baik, dapat memberikan sumbangsih untuk kesejahteraan masyarakat.
Misalnya, bersinergi dengan bidang pariwisata dan lainnya.
"Lalu, untuk yang ke lima, yaitu kuat, ini terutama dalam hal organisasi, baik di tingkat Pengda, maupun Pengkab, atau Pengkot," cetusnya.
Baca: Kejurda Panjat Tebing DIY Diikuti 98 Atlet
Setiya mengakui, suatu organisasi tidak dapat berkembang menjadi besar, jika tidak menggandeng semua pihak.
Terlebih, Pengda memiliki kewajiban untuk membina organisasi di bawahnya.
Sebab, mereka inilah yang justru memiliki sumber daya atlet di daerah.
"Saya pribadi, sebagai orang baru di panjat tebing, berharap bisa bersinergi dengan seluruh potensi di DIY. Dengan bantuan semua pihak, mari bersama-sama wujudkan mimpi menjadi kenyataan," ucapnya.
Baca: Setelah Asian Games 2018, Timnas Panjat Tebing Targetkan Olimpiade Tokyo 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kontingen-panjat-tebing-diy_20180922_130358.jpg)