Pakar Manusia Purba Ini Nyatakan Penduduk Nusantara Punya Akar Genetik yang Sama
Siapakah akar genetik kita, manusia Nusantara yang menduduki wilayah ini sejak sekurangnya 4.000 tahun lalu?
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siapakah sejatinya kita, penduduk Indonesia? Dari mana asalnya?
Siapakah akar genetik kita, manusia Nusantara yang menduduki wilayah ini sejak sekurangnya 4.000 tahun lalu?
Pertanyaan-pertanyaan besar itu dijawab secara cemerlang oleh Dr Harry Widianto DEA pada pengukuhan dirinya sebagai Profesor Riset LIPI, di Jakarta, Senin (26/11/2018).
Penjelasan pidatonya disampaikan ulang Harry Widianto kepada Tribunjogja.com, Selasa (27/11/2018) malam.
Ditemui di kediamannya, bilangan Jatimulyo Baru, Kricak, Harry Widianto menegaskan dari segi historis bangsa Indonesia di kepulauan Nusantara merupakan akumulasi berbagai proses migrasi dan percampuran genetika yang rumit.
"Namun betapa kuatnya diversitas ras dan etnik, situasi ini mengajarkan, kita ini sebenarnya berasal dari akar genetis yang sama. Keragaman bangsa ini buah dari pohon yang sama, pohon evolusi, yang berakar setidaknya sejak 70.000 tahun lalu tanpa terputus," kata Harry.
Pidato pengukuhan dirinya sebagai profesor riset LIPI berjudul "Migrasi dan Proses Hunian Manusia di Kepulauan Nusantara pada Kala Plestosen-Holosen".
"Ini sintesa penelitian saya selama lebih kurang 30 tahun," jelasnya.
Pria kelahiran Magelang, 7 Juli 1958 ini terlihat sangat lega dan begitu bersemangat menceritakan pengalaman hidupnya.
Baca: Buktikan Jejak Manusia Purba di Gunungkidul, Arkeolog Temukan Ini di Gua Braholo
Baca: Tim Balai Arkeologi Yogyakarta Sosialisasikan Penelitian Pusat Mataram Kuno
Hujan yang menderas petang itu di luar, membuat perbincangan dengan Tribunjogja.com semakin hangat.
Harry Widianto merasakan dirinya kini sudah mencapai segala-galanya.
Karier sebagai abdi negara sudah merasai sampai puncak, sebagai peneliti juga sudah mencapai tahap tertinggi, dan sebagai orang yang terobsesi dengan manusia purba, ia sudah mendapatkan semuanya.
"Saya sekarang sudah melampaui segala-galanya. Apalagi yang akan saya kejar. Kini saya akan membantu dan membimbing mereka yang tengah belajar," aku Direktur Cagar Budaya dan Permuseuman Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang baru purna tugas beberapa waktu lalu.
Dalam naskah pidato pengukuhannya, alumni SDK Pendowo I dan SMPN 1 Magelang ini menjelaskan panjang lebar riwayat kehadiran manusia di Kepulauan Nusantara, berdasar bukti-bukti tertua yang pernah ditemukan dan telah diuji.
Jejak itu dimulai setidaknya sejak 1,5 juta tahun lalu ketika Homo Erectus pertama menginjakkan kakinya di Pulau Jawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dr-harry-widianto.jpg)