Aktifitas Gunung Merapi

Soal Merapi, BPBD DIY Minta Warga Patuhi Rekomendasi BPPTKG

Soal Merapi, BPBD DIY Minta Warga Patuhi Rekomendasi BPPTKG Untuk Tidak Beraktifitas di Jakar 3 KM dari Puncak.

Soal Merapi, BPBD DIY Minta Warga Patuhi Rekomendasi BPPTKG
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumarga
Penampakan visual kubah lava baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, Jateng, Selasa (9/10/2018). Gundukan hitam di puncak terlihat jelas saat cuaca cerah. Asap cukup tebal mengepul di celah bukaan kawah sektor tenggara. 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meningkatkan kewaspadaan pasca guguran kubah lava Gunung Merapi.

Selain melibatkan relawan dan mengoptimalkan desa tanggap bencana, pengamatan intensif serta koordinasi dengan BPPTKG terus dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara saat ditemui dalam forum penanggulangan resiko bencana di Sahid Rich Hotel, Senin (26/11/2018) meminta warga tidak panik.

Terlebih kini warga dapat mudah mengakses segala informasi aktivitas Gunung Merapi melalui sosial media.

“Seperti guguran lava belum lama ini, langsung diinfokan melalui situs BPPTKG dan sosial media. Lengkap dengan keterangan arah luncuran, volume dan status terbarunya. Sehingga warga langsung dapat informasi terbaru,” jelasnya.

Baca: Kubah Lava Alami Pertumbuhan, Guguran Lava Merapi akan Terus Terjadi

Ia menjelaskan bahwa BPBD tetap berpegangan pada rekomendasi BPPTKG. Terkait status Merapi, ia mengatakan bahwa warga tetap boleh beraktivitas, namun dengan jarak aman yang wajib dipatuhi, radius tiga kilometer.

“Dari informasi BPPTKG, kondisi saat ini ada tekanan dari bawah dan terus bertumbuh. Inilah yang menyebabkan guguran kecil 22 dan 23 November kemarin. Di satu sisi memang waspada, tapi proses alam ini bisa diamati dan dinikmati,” terangnya.(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved