Hari Guru Nasional 2018, Ini Lima Kisah Menyedihkan Guru di Indonesia
Peringatan Hari Guru Nasional setiap tanggal 25 November kemudian ditegaskan dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Penulis: say | Editor: Iwan Al Khasni
2. Nurmayani Dibui karena Cubit Murid
Nurmayani, guru Biologi SMPN 1 Bantaeng, masuk penjara karena mencubit siswanya.
Meskipun ia dan keluarganya sudah meminta maaf pada keluarga pelapor, tetapi nyatanya mereka tak memberi respon.
Saat berada di balik jeruji besi, Nurmayani dilaporkan mengalami stres berat, sehingga menyebabkan penyakit diabetes keringnya kambuh.
Baca: Doa Mendapatkan Berkah Ilmu dari Guru Lengkap dengan Kumpulan Ucapan Peringatan Hari Guru

3. Mubazir, Guru di Sinjai
Aturan di sekolah mengharuskan siswa-siswanya untuk berpenampilan rapi, termasuk soal rambut.
Bila ada murid yang bandel dan tidak mau memotong rambutnya, guru pasti akan menertibkannya dengan memangkas rambut siswa tersebut.
Berusaha untuk mendisiplinkan siswanya yang nekat membiarkan rambutnya yang gondrong, Mubazir, guru sukarela di SMAN 2 Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, justru berujung bui.
Siswa tersebut terus menepis dengan tangannya saat rambutnya hendak dipotong oleh Mubazir.
Ternyata, gunting yang dibawa Mubazir menggores tangannya.
Sebenarnya Mubazir telah membawa ke UKS dan mengobati lukanya.
Namun siapa sangka, orangtua dari murid bernama Saharudin itu mempolisikan guru Mubazir.
Baca: Kumpulan Ucapan Hari Guru Nasional 2018 Terbaru, Ada Versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
4. Samhudi, Guru di Sidoarjo
Kasus yang menimpa guru Samhudi juga menjadi perhatian di tingkat nasional.
Guru di SMP Raden Rahmat, Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur itu mencubit siswanya yang membolos salat dhuha.