Bisnis

BI DIY Siapkan UMKM Sambut Bandara NYIA

Lonjakan pengunjung yang besar dipastikan akan membawa dampak secara ekonomi.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / VICTOR MAHRIZAL
Bank Indonesia (BI) DIY menyelenggarakan acara Grebeg UMKM pada 23-25 November 2018 di balai Shinta Gedung Wanitatama, masyarakat umum bisa menyaksikan berbagai produk unggulan UMKM binaan BI DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) DIY untuk kedua kalinya menyelenggarakan acara Grebeg UMKM.

Kali ini mengambil tempat di balai Shinta Gedung Wanitatama, masyarakat bisa menyaksikan berbagai produk unggulan binaan BI pada 23-25 November 2018.

Pelaksanaan Grebeg tahun 2018 dilatarbelakangi pula testimony dari peserta UMKM bahwa acara tersebut sangat memberikan manfaat karena meningkatkan kompetensi peserta, membuka kesempatan untuk mengikuti eksibisi baik ditingkat nasional maupun internasional, serta memperluas jaringan bisnis Peserta Grebeg.

Baca: Grebek UMKM Dorong Pelaku Usaha Go Online

“Mereka telah terseleksi. Sebelumnya kami selenggarakan Road to Grebeg UMKM DIY 2018, melalui FGD untuk sinergi program kerja, pelatihan E-commerce, pelatihan sertifikasi halal, dan kurasi produk UMKM DIY,“ kata Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto saat membuka Grebek UMKM, Jumat (23/11/2018).

Dari total sebanyak 161 peserta kurasi, telah terpilih 49 produk UMKM yang ditampilkan sebagai peserta pameran Grebeg UMKM 2018.

Hadir juga sebanyak 16 UMKM mitra kerja BI DIY yang turut memeriahkan pameran pada hari ini, sehingga total sebanyak 65 UMKM.

Grebeg UMKM, kata Budi Hanoto merupakan upaya BI DIY untuk berperan aktif mendorong peningkatan kualitas UMKM DIY yang bermutu dan berdaya saing.

Dengan mengusung konsep ‘naik kelas’, Grebeg UMKM 2018 digelar dengan tema Jogja Sambut Bandara Baru : Menembus Pasar Dunia Tanpa Batas.

Baca: BI DIY Fasilitasi Pameran UMKM Premium

“Bandara baru NYIA dipastikan akan membuat mobilitas massa yang besar. Dari yang saat ini kunjungan mencapai 8 juta per tahun dengan bandara baru akan melonjak menjadi 18 sampai 25 juta per tahun,” ujar Budi Hanoto.

Lonjakan pengunjung yang besar dipastikan akan membawa dampak secara ekonomi.

Oleh karena itu BI DIY merasa perlu untuk membekali UMKM melalui basis E-commerce, Digital Marketing & Halal Lifestyle.

“UMKM DIY mesti Go Digital dan merespon tren halal lifestyle yang kini semakin diminati masyarakat,“ imbuhnya.

Tri Astuti Wahyuni, salah satu peserta UMKM Binaan BI mengatakan, usaha Griya Cokelat yang dikelola oleh masyarakat di Nglanggeran Patuk Gunung Kidul sangat mendapatkan manfaat dari program yang diselenggarakan BI.

Baca: Puluhan UMKM Ikuti Bulan Teknologi BPTBA LIPI 2018

Menurut Yuni, meskipun usaha memproduksi beragam produk cokelat masih berskala rumah tangga, namun demikian dari sisi pengolahan produk sampai ke pengemasan sudah layak jual sampai ke seluruh nusantara bahkan luar negeri.

Griya Cokelat meski skala kecil namun mempunyai kekuatan dari hulu sampai hilir, mulai dari bahan yang mengambil dari petani setempat sampai dengan bahan baku yang 100% mengandalkan produk lokal. Usaha tersebut terbukti berjalan sejak tahun 2013.

“Bukan hanya produksi kami juga ditempa untuk mulai pemasaran online menggunakan media sosial memanfaatkaninstagram, facebook untuk memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Senada dengan tema menyambut Bandara Baru, Pada hari pertama Grebeg UMKM, tema yang diangkat yakni Tourism Day, yang tercermin dari acara pembukaan dimana seluruh panitia dan peserta UMKM mengenakan busana dengan nuansa budaya khas Yogyakarta.

Selain itu, digelar pula Seminar Nasional dengan judul "Peluang dan Tantangan UMKM Sambut Gerbang Wisata Baru di DIY" yang menghadirkan narasumber ternama seperti Walikota Makasar, Direktur Utama Bandara Kertajati Bandung dan Praktisi Pariwisata UGM.(tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved