5 Cara Kurangi Penggunaan Plastik Demi Selamatkan Ekosistem Laut Paus Sperma
Di dalam perut paus tersebut berisi berbagai jenis sampah, seperti bungkus mi instan hingga botol parfum.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Baru-baru ini media sosial dihebohkan mengenai penemuan mayat paus sperma yang mati di pantai Wakatobi.
Dilansir Tribunjogja.com melalui Tribunnews.com, paus itu diketahui menelan sampah seberat 5,9 kg.
Di dalam perut paus tersebut berisi berbagai jenis sampah, seperti bungkus mi instan hingga botol parfum.
Temuan ini banyak dikaitkan dengan gerakan untuk berhenti menggunakan plastik yang sedang banyak digaungkan.
Sampah plastik memang diketahui sangat sulit terurai dan sangat berbahaya jika sampai terbuang ke laut.
Banyak biota laut dan hewan yang keselamatannya terancam karena sampah plastik.
Berikut cara mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari :
1. Tukar sedotan plastik
Untuk membantu mengurangi sampah plastik, kamu bisa menggantinya dengan sedotan bambu atau baja.
Bawa sedotan ramah lingkungan tersebut setiap kamu pergi ke tempat makan atau restoran.
2. Membawa botol minuman sendiri
Selain itu kamu juga dapat membawa botol minum pribadi ketika bepergian.
Ini menghindari kamu untuk membeli minuman dalam botol atau gelas plastik.
3. Beli es krim cone
Setiap membeli es krim, pilihlah es krim dengan varian cone, dibanding yang menggunakan gelas plastik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/paus-sperma-jantan-terdampar_20181020_124208.jpg)