Waspada Jika Air Kencing Anak Dikerubuti Semut, Segeralah Periksakan
Belakangan diabetes semakin sering ditemukan pada anak-anak. Salah satu cara mudah mengetahuinya adalah bila air kencingnya dikerubuti semut
TRIBUNJOGJA.COM - Diabetes atau sering disebut “kencing manis” cuma masalahnya orang dewasa? Oh tidak. Siapa pun dia dan berapa pun umurnya, bisa terkena.
Bahkan belakangan diabetes semakin sering ditemukan pada anak-anak. Salah satu cara mudah mengetahuinya adalah bila air kencingnya dikerubuti semut. Bila mendapati seperti ini, harus segera ditindaklanjuti pemerikaan medis.
Salah satu diabetesi anak adalah Mohamad Firas. Ketika masih duduk di kelas 2 SMP, ia bermasalah dengan kesehatannya. Berat badannya terus turun meskipun nafsu makannya tinggi.
Makannya banyak, minumnya juga banyak karena cepat merasa lapar dan haus. Malam hari, ia sering harus bangun dari tidur untuk buang air kecil.
Firas beruntung orangtuanya cukup tanggap. Ia segera diantar ke dokter yang segera mengenali penyakitnya itu. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia dinyatakan menderita diabetes melitus (DM) tipe 1.

Saat itu keluarganya cuma bisa heran, anak kok divonis diabetes. Dipikirnya selama ini diabetes cuma diderita orang dewasa.
Nasib Firas juga bisa diderita anak-anak lain. Mungkin saja sebagian dari mereka tidak segera mendapat perawatan yang tepat.
Pankreas rusak
Mari kita kenali dulu si diabetes melitus (DM) ini. Berdasarkan jenisnya, ia dikelompokkan menjadi tipe-1, tipe 2, tipe Iain-lain, dan DM gestasional. Orang dewasa biasanya terkena DM tipe 2, yang muncul karena hormon insulin (pengatur kadar gula darah) tidak berfungsi normal.
Pada DM tipe-1, masalahnya lebih mendasar lagi. Hormon insulin tidak diproduksi lagi karena pankreas (pabriknya insulin di tubuh) rusak permanen. Diabetes tipe ini biasanya dijumpai pada anak-anak.
Data dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia menunjukkan, anak usia lima tahun pun bisa mengidap DM tipe-1. Sementara, data dari American Diabetes Association menunjukkan, penderita DM tipe 1 berjumlah sekitar 5 - 10% dari keseluruhan penderita diabetes.
Adapun DM tipe lain-lain adalah diabetes yang terjadi karena penyakit tertentu seperti talasemia, sindrom down dan DM gestasional yang terjadi pada ibu hamil.
Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K), konsultan endokrinologi anak, menyatakan 20% penyebab DM tipe 1 adalah faktor keturunan, baru sisanya karena faktor Iain. Sebagian faktor tersebut hingga saat ini masih belum jelas.
Karena faktor keturunan, orang tua diabetesi memiliki risiko lebih besar mewarisi penyakit ini kepada anaknya. Tapi anak yang orang tuanya normal juga bisa terkena. Pankreas bisa rusak misalnya akibat virus. Karena itu orang tua yang diabetesi perlu waspada ekstra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anak-kecil-pipis.jpg)