Putul Goreng Gunungkidul, Hama Tanaman yang Diburu untuk Dikonsumsi

Putul adalah serangga berbentuk seperti kumbang. Dia sering terdapat di dedaunan pohon pisang saat musim penghujan datang

Putul Goreng Gunungkidul, Hama Tanaman yang Diburu untuk Dikonsumsi
Kolase Dinas Pertanian dan pangan Gunungkidul | Kompas TV
Putul Goreng Gunungkidul 

"Kalau tangkapannya banyak dijual kalau tidak ya dikonsumsi sendiri," imbuhnya.

Baca: Kuliner Unik Yogyakarta, Kamu Pilih Belalang Goreng atau Jangkrik?

Ia mengatakan harga putul mahal karena hanya keluar saat musim-musim tertentu, warga Gunungkidul juga menyukai karena rasanya yang gurih.

Warga lain yang mencari putul adalah Rudi (30) warga Dusun Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul dirinya juga ikut serta mencari putul,
berbeda dengan Sumaryanto Rudi mencari hanya untuk dikonsumsi pribadi.

"Mencari putul hanya untuk mengisi waktu luang saja, rasanya enak seperti belalang biasanya saya goreng, putul juga mempunyai protein tinggi," katanya.

Menurutnya selain untuk dikonsumsi mencari putul sendiri merupakan cara untuk mengurangi hama tanaman padi, mengingat putul ini merupakan cikal bakal dari uret (ulat
kecil-kecil) yang menyerang akar tanaman padi.

"Dari uret tersebut kan jadi kepompong lalu dari kepompong berubah menjadi putul, jadi mencari putul ini sama saja untuk mengurangi hama tanaman padi, selain itu juga
bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Terpisah Ahli pertanian Gunungkidul Sugeng Raharjo mengatakan putul merupakan hama padi dan juga hama jagung, menjadi hama saat masih berbentuk uret yang memakan
akar-akar tanaman.

"Putul nanti bertelur, telur nanti diletakkan di permukaan atau diantara bebatuan nanti ketika menetas akan memakan akar-akar tanaman, uret itu larvanya," tutupnya.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan gerakan penangkapan putul atau sering disebut dengan
nyuluh putul, adalah untuk pengendalian uret.

"Umur putul hanya 6 hingga 7 hari setelah kawin dan meletakkan telurnya di tanah gembur putul akan mati,sehingga upaya pencegahan uret adalah dengan menangkap putul
yang belum sempat kawin dan bertelur," katanya. (TRIBUNjogja.com)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved