Gunungkidul

Tiga Kecamatan di Gunungkidul Masuk Kecamatan Termiskin

Ukuran yang digunakan dalam penilaian adalah status kesejahteraan individu per wilaya

Tayang:
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis tiga kecamatan di Gunungkidul yang termasuk kecamatan termiskin.

Ukuran yang digunakan dalam penilaian adalah status kesejahteraan individu per wilayah.

Ketiga kecamatan yang masuk daerah termiskin di Kabupaten Gunungkidul adalah Kecamatan Saptosari, Kecamatan Tanjungsari, disusul dengan Kecamatan Gedangsari.

Prosentase kemiskinan di Kecamatan Saptosari mencapai 67, 47 persen.

Ini artinya, Kecamatan Saptosari mempunyai status kesejahtereraan terrendah se- Gunungkidul.

Baca: Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Badai Cempaka untuk Gunungkidul Akhirnya Turun

Status kesejahteraan terendah kedua adalah Tanjungsari dengan prosentase individu miskin 63,82 persen.

Disusul oleh Kecamatan Gedangsari dengan presentase individu miskin sebesar 61, 78 persen.

Pada 2019 mendatang ada tujuh kecamatan yang masuk dalam konsentrasi penurunan angka kemiskinan.

Ketujuh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gedangsari, Saptosari, Playen, Nglipar, Semin, Tepus dan Kecamatan Girisubo. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Suhartano mengatakan program pengentasan kemiskinan dengan program kegiatan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Banyak program kegiatan OPD yang dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan," imbuhnya.

Sementara itu,  Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo mengaku kaget wilayahnya disebut paling miskin.

Wilayahnya terdiri dari 7 desa dengan total 60 padukuhan dan saat ini terus berbenah dalam hal kesejahteraan masyarakat.

Baca: Sejumlah Kades di Gunungkidul Keluhkan Dana Desa Termin Ketiga Belum Cair

"Saya tergelitik melihat data tersebut, dari dulu memang begitu wilayah kami masuk tergolong daerah miskin. Padahal wisata di daerah kami berkembang pesat," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved