CPNS 2018

Dari Bawang Garam Hingga Rambut, Panitia Temukan Jimat Peserta Tes CPNS Madiun dalam Bra

Jimat yang ditemukan beragam, berbentuk besi tua, rajah, bawang, irisan kunir, kacang hijau, garam, hingga rambut

Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.COM
Jimat milik peserta tes cpns Kabupaten Madiun berupa rambut yang dibungkus dalam kertas 

TRIBUNJOGJA.COM - Ujian SKD CPNS 2018 daerah Kabupaten Madiun segera dimulai ketika tiba-tiba dalam pemeriksaan, petugas menemukan barang-barang tidak semestinya dibawa peserta tes CPNS 2018.

Barang-barang temuan dari peserta tes CPNS 2018 itu, menurut keterangan dikutip tribunjogja.com dari kompas.com, berupa jimat yang disimpan dalam celana dalam dan bra peserta.

Jimat yang ditemukan beragam, berbentuk besi tua, rajah, bawang, irisan kunir, kacang hijau, garam, hingga rambut.

Mereka yang menjadi peserta tes CPNS 2018 itu pun harus menyerahkan barang-barang tersebut kepada panitia.

Pasalnya, benda-benda itu tidak boleh dibawa masuk saat tes CPNS berlangsung.

Dikutip tribunjogja.com dari kompascom, tim panitia seleksi penerimaan CPNS daerah Kabupaten Madiun menemukan jimat yang disimpan dalam celana dalam dan bra peserta tes computer assisted test (CAT).

Jimat itu ditemukan saat tim panitia seleksi menggeledah tas dan pakaian peserta tes,

sebelum memasuki ruang ujian tes CAT CPNS Kabupaten Madiun di Asrama Haji, Kota Madiun.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto yang dihubungi Kompas.com, Senin ( 5/11/2018) sore, membenarkan penemuan belasan jimat dari peserta tes CPNS tersebut.

"Ada yang ditemukan di tali BH (bra), dibelakang kerah baju, saku, hingga celana dalam," kata Sigit.

Menurut Sigit, peserta CPNSD percaya jimat yang mereka bawa bisa membantu mereka lulus tes.

Jimat yang ditemukan beragam, berbentuk besi tua, rajah, bawang, irisan kunir, kacang hijau, garam, hingga rambut.

"Jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan jimat," ujar Sigit.

"Sebelum menggeledah badan, kami melakukan scanning dengan metal detector.
Namun, bila benda selain besi tidak bisa dideteksi, maka langkah selanjutnya dilakukan penggeledahan badan," papar Sigit.

Penggeledahan badan mulai dari alas kaki hingga seluruh bagian tubuh.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved