Sains
Inilah Satelit yang Membawa Hewan Pertama Mengorbit Bumi
Sputnik 2 memiliki berat 508,3 kilogram yang memiliki beberapa kabin yang berguna untuk menampung awak yang diisi oleh anjing bernama Laika.
TRIBUNJOGJA.COM - Banyak negara berlomba-lomba untuk menjelajahi antariksa yang penuh misteri.
Dua negara yang terkenal dengan gencar-gencarnya adalah Amerika Serikat dan Uni Soviet (kini Rusia).
Perlombaan antariksa atau space race kedua negara juga ditandai ketika Uni Soviet berhasil meluncurkan satelit pertama di dunia menuju ke orbit bumi.
Satelit Uni Soviet dengan nama " Sputnik 1" tercatat sebagai satelit pertama dunia yang berhasil diorbitkan.
Satu bulan setelah itu, Proyek Sputnik 2 juga mulai dipersiapkan.
Kali ini, pihak Soviet menggunakan inovasi baru dengan menggunakan hewan untuk bisa diorbitkan menuju luar angkasa.
Sputnik 2 sebagai percobaan Sputnik merupakan misi satelit yang diciptakan dan dikembangkan oleh pihak Soviet.
Setelah berhasil menerbangkan Sputnik 1, Korolev selaku insinyiur Sputnik mengirimkan sebuah catatan kepada otoritas setempat untuk meluncurkan satelit keduanya.
Catatan tersebut mendapatkan persetujuan dan segera merealisasikan proyek kedua mereka.
Roket R-7 seberat 7,5 ton masih sebagai wahana untuk mengantarkan satelit ini menuju luar angkasa.
Baca: Peneliti Ciptakan Satelit Pemungut Sampah Antariksa
Adapun hal yang membedakan, misi kali ini adalah menggunakan makhluk hidup sebagai bahan uji coba.
Mereka mempersiapkan anjing untuk diterbangkan menuju orbit bumi.
Percobaan ini dilakukan sekaligus sebagai persiapan sebelum meluncurkan penerbangan antariksa berawak manusia.
Sputnik 2 memiliki berat 508,3 kilogram yang memiliki beberapa kabin yang berguna untuk menampung awak yang diisi oleh anjing bernama Laika.
Kabin terbuat dari aluminium dilengkapi dengan sensor untuk mengukur tekanan dan suhu, serta tekanan darah anjing, frekuensi napas dan detak jantung.