Kulon Progo

Bangunan Pengganti Masjid Al Hidayah Belum Rampung

Padahal, PT Angkasa Pura I dulu menjanjikan masjid baru itu selesai dibangun pada Oktober untuk segera digunakan.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
IST
Kondisi bangunan lama masjid Al Hidayah di dalam areal lahan pembangunan NYIA di wilayah Desa Palihan, Kecamatan Temon, beberapa hari lalu. Bangunan baru penggantinya tengah dibangun di dekat kompleks hunian relokasi warga terdampak NYIA. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pendirian bangunan pengganti Masjid Al Hidayah terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Palihan, Kecamatan Temon hingga kini belum juga tuntas.

Padahal, PT Angkasa Pura I dulu menjanjikan masjid baru itu selesai dibangun pada Oktober untuk segera digunakan.

Al Hidayah merupakan satu di antara bangunan masjid yang turut terdampak proyek pembangunan NYIA.

Lokasi lamanya berada di atas tanah wakaf wilayah Pedukuhan Kragon II Palihan dan selama ini kerap menjadi pusat aktivitas penolakan NYIA.

Bangunan pengganti masjid itu dibangun di sisi barat kompleks permukiman relokasi warga terdampak pembangunan NYIA di Pedukuhan II Desa Palihan.

Baca: Operasional NYIA Semakin Dekat, BI DIY Berharap Pelaku UMKM Jangan Jadi Penonton

Lahan yang digunakan mencapai 788,2 meter persegi, lebih luas dibanding masjid lama yang hanya memiliki lahan 292 meter persegi.

Pembangunan ditangani oleh anak perusahaan AP I yakni PT Angkasa Pura Property dengan dana sekitar Rp500 juta berasal dari kompensasi pembebasan lahan masjid berdasarkan penaksiran nilai oleh apprisal.

Adapun bangunan lama Masjid Al Hidayah hingga kini masih berdiri.

Nadzir Masjid Al Hidayah, Muslihudin Sukardi mengatakan pembangunan sebetulnya sudah hampir selesai namun masih perlu finishing.

Di antaranya pemasangan kaca jendela dan pintu serta jaringan listriknya belum tersambung.

Lantai masjid juga belum berkeramik serta dindingnya masih berupa plesteran aci.

Sumber air mengandalkan sumur bor yang sudah dibuat namun belum bisa dipasangi mesin pompa lantaran belum ada suplai listrik.

Untuk pemasangan jaringan listrik, pihaknya sudah membayar biaya dan telah mendapat izin Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan tinggal menunggu penyambungan.

Baca: AirAsia Mendarat Perdana di Bandara Silangit

"Saya ngga tahu kapan akan selesai pembangunannya karena itu urusan AP I. Kami dari nadzir hanya terima bersih saja. Prosedur selanjutnya pun kami belum tahu akan bagaimana,"kata Sukardi, Jumat (2/11).

Pihaknya berharap masjid bisa segera rampung dibangun sehingga bisa segera digunakan oleh jamaah dari masyarakat sekitar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved