Pemilu 2019

Emak-emak Penuhi Deklarasi Relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi di Yogyakarta

Emak-emak Penuhi Deklarasi Relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi di Yogyakarta

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Deklarasi Relawan Nusantara #prabowo-sandi di gedung Pyramid, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, Sabtu (27/10) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan massa yang tergabung dalam barisan relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi deklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Deklarasi dukungan dilakukan di gedung Pyramid, jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, Sabtu (27/10/2018)

Koordinator Pusat Relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi, Ghazali mengatakan setelah deklarasi di Bantul kedepannya ia berharap di seluruh Indonesia yang sudah ada posko-posko relawan, sudah boleh bergerak bersama-sama untuk deklarasi.

"Mottonya hanya satu, damai tenteram, tidak saling hujat, tidak saling caci-maki, tidak menyebar hoaks. Tidak negatif, fitnah, gibah. Hanya itu," katanya, ditemui di lokasi deklarasi, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Ini Dia Alasan Kepala Daerah di Riau Dudung Jokowi di Pilpres 2019

Ghazali menyebutkan, target khusus untuk Yogyakarta, pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi bisa memperoleh kemenangan dengan suara banyak.

"Jogja harus menang, jika ingin menguasai bumi Nusantara kuasai tanah Jawi. Jika ingin menguasai tanah Jawi kuasai nagari dimana saya berdiri," tuturnya.

Lebih lanjut, Ghazali amat yakin, siapa yang memenangkan pertarungan, dengan memiliki suara terbanyak di Yogyakarta, maka dialah yang akan menjadi presiden republik Indonesia.

Sebab itu, ia relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi memiliki target besar untuk kemenangan di kota Yogyakarta.

"Target kita (menang) 70 persen," ungkapnya.

Deklarasi relawan Nusantara #2019 Prabowo-Sandi diikuti oleh ratusan peserta, sebagian di antaranya merupakan kaum emak-emak.

Ghazali mengaku sengaja tidak mengundang tokoh masyarakat dalam deklarasi ini, karena alasan ingin melihat animo masyarakat tanpa adanya tokoh.

"Sengaja kita tidak undang tokoh-tokoh masyarakat, karena kembali sesuatu yang sunah menjadi haram. Orang sibuk emak-emak sibuk berfoto dengan milenial. Tanpa ada tokoh berapa antusias yang datang," tutur dia. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved