Sleman
Tradisi Saparan Bekakak Digelar, Ribuan Warga Padati Situs Gunung Gamping
Prosesi adat Saparan Bekakak digelar di Situs Gunung Gamping pada Jumat (26/10/2018) sore.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Prosesi adat Saparan Bekakak digelar di Situs Gunung Gamping pada Jumat (26/10/2018) sore.
Dari pantauan Tribunjogja.com, tradisi rutin tahunan ini digelar secara meriah.
Baca: VIDEO : Meriahnya Pawai Saparan Bekakak di Ambarketawang Sleman
Ribuan warga sudah memadati di sekitar lokasi sejak menjelang sore.
Mereka menyemut hingga Jalan Wates dekat Pasar Gamping.
Ketua Panitia Saparan Bekakak, Bambang Cahyono menyebutkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam ritual tersebut.
"Masih sama. Bahan bekakaknya dari tepung beras ketan dan beras Jawa," ujar Bambang pada Tribunjogja.com di lokasi.
Bekakak sendiri adalah sepasang boneka pengantin berbentuk laki-laki dan perempuan.
Bambang menjelaskan keduanya merupakan perwujudan dari Ki Wirosuto dan istrinya.
Ki Wirosuto merupakan seorang abdi dalem pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.
Dahulu ia bertugas memimpin penambangan batu kapur di Gunung Gamping.
Selain Bekakak, panitia juga menyiapkan berbagai sesajen, gunungan, dan Ogoh-ogoh.
"Ini tradisi setiap tanggal 15 Sapar menurut penanggalan Jawa," kata Bambang.
Baca: Tradisi Saparan Bekakak - Kisah Ki Wirosuto Utusan HB I
Upacara adat ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara dan Camat Gamping Samsul Bakri.
Saat prosesi berlangsung, keduanya memimpin penyembelihan.
Samsul Bakri menyembelih pengantin wanita dan Aji Wulantara menyembelih pengantin pria.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/radisi-saparan-bekakak-digelar-ribuan-warga-padati-situs-gunung-gamping_20181026_185313.jpg)