TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

Tradisi Saparan Bekakak - Kisah Ki Wirosuto Utusan HB I

Upacara yang telah digelar sejak berabad-abad lalu atau tepatnya 1755 tetap berlangsung meriah terlebih dengan adanya pawai budaya.

Tradisi Saparan Bekakak - Kisah Ki Wirosuto Utusan HB I
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
BEKAKAK - Sejumlah peserta mengikuti kirab budaya Saparan Bekakak yang menampilkan puluhan kelompok seni dan budaya di Ambarketawang, Gamping, Selman, Jumat (3/11). Kirab tersebut untuk memperingati kesetiaan abdi dalem kepada kraton serta wujud meminta keselamatan agar terhindar dari bencana. 

TRIBUNJOGJA.COM- Ribuan masyarakat tampak memadati upacara tradisi Saparan Bekakak 2017 di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Jumat (3/11).

Upacara yang telah digelar sejak berabad-abad lalu atau tepatnya 1755 tetap berlangsung meriah terlebih dengan adanya pawai budaya.

Upacara yang rutin diselenggarakan pada hari Jumat minggu kedua dalam bulan Sapar kalender Jawa tersebut memiliki makna yang sangat kuat yaitu meninggalnya abdi dalem Ki Wirosuto karena kesetiaan terhadap Pangeran Mangkubumi.


Videografer Tribunjogja.com | Hamim Thohari

Baca: Inilah Sejarah dan Awal Mula di Balik Tradisi Kirab Saparan Bekakak di Ambarketawang Sleman

Saparan Bekakak diawali dengan pawai budaya dan dilanjutkan prosesi disembelihnya bekakak yang merupakan wujud sepasang manusia yang terbuat dari nasi ketan merupakan gambaran wujud Ki Wirosuto dan istrinya yang tetap setia menjaga Gunung Gamping. (tribunjogja.com)

Penulis: mim
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help