Kulonprogo

Dukung Konetivitas Bandara Baru, Komisi V Sepakat Jalan Tol Dibangun di DIY

Dukung Konetivitas Bandara Baru, Komisi V Sepakat Jalan Tol Dibangun di DIY

Dukung Konetivitas Bandara Baru, Komisi V Sepakat Jalan Tol Dibangun di DIY
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Suasana pekerjaan lapangan pada proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo, Jumat (26/10/2018). Pembangunan terus dikebut untuk mengejar target operasional pada April 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menilai pembangunan jalan tol di Yogyakarta sangat penting dan perlu dilanjutkan.

Terutama untuk mendukung konektivitas perhubungan darat dari adanya bandara baru internasional di Temon, Kulon Progo.

Anggota Komisi V DPR RI, Idham Samawi mengatakan dari paparan pihak PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan-KSO (PP-KSO), diketahui bahwa NYIA akan mampu menampung penumpang hingga 14 juta orang secara umum atau 20 juta orang pada kapasitas puncaknya.

Hal itu akan membawa impact berupa semakin terbukanya jalur penerbangan langsung (direct flight) semisal dari Sidney, Tokyo dan lainnya tanpa harus transit terlebih dulu di Bali ataupun Jakarta. 

Baca: Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Masuk Tahap Sinkronisasi, Begini Kata Ganjar Pranowo

Atas hal ini, Komisi V menilai rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta perlu dilanjutkan untuk mendukung konektivitas dan kelancaran transportasi darat tersebut.

Hal itu disebut Idham sebagai program yang konkrit. Jangan sampai terjadi ketika pesawat sudah bisa langsung landing tanpa harus lewat Bali atau Jakarta tapi justru ada masalah di perjalanan daratnya.

Misalkan terkait perhubungan darat dari lokasi bandara menuju area kota atau tujuan wisata.

"Penerbangan dari Bali ke Yogyakarta itu hanya satu jam. Kalau perjalanan daratnya malah sampai dua jam, sama saja omong kosong. Komisi V sepertinya sepakat semua, menilai proyek tol ini harus jalan terus,"kata Idham di sela kunjungan spesifik Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan ini ke proyek pembangunan NYIA di Temon, Jumat (26/10/2018).

Baca: Dukung Program Smartcity, Disperindag Kota Yogya Targetkan Terapkan QR di Sepuluh Pasar Tradisional

Jika diperlukan, sambung Idham, jalur tol itu juga bisa terkoneksi langsung dengan bandara di Kulon Progo atau bisa berbentuk jalur by pass mengingat Gubernur DIY belum mengizinkan adanya jalur tol di DIY yang terlalu berat di ongkos untuk pembebasan lahan.

Yang terpenting, menurutnya konektivitas itu mutlak diperlukan. Termasuk juga keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) serta jalur kereta api yang menghubungkan NYIA dengan jalur ke Borobudur maupun Prambanan perlu dioptimalkan lebih jauh. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved