Kota Jogja
Wali Kota Yogya Segera Umumkan Hasil Rotasi Jabatan
Terkait proses yang dinilai lamban tersebut, orang nomor satu di Kota Yogyakarta tersebut buka suara.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bahwa proses rotasi dan mutasi untuk pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta sudah hampir selesai.
Terkait proses yang dinilai lamban tersebut, orang nomor satu di Kota Yogyakarta tersebut buka suara.
"Ini masih proses di Pansel. Rotasi, mutasi, promosi, kenapa lama? Karena proses," ucapnya, Kamis (18/10/2018).
Baca: Keganjilan Rotasi Planet Venus Berhasil Diungkap
Ia pun mengaku telah mengantongi nama-nama yang berpotensi menduduki jabatan baru tersebut.
Namun ia enggan memberikan bocoran terkait siapa saja orang-orang yang akan berada di beberapa jabatan penting di Pemkot Yogyakarta.
"Dalam waktu dekat ini dilantik. Tidak sampai akhir tahun," ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Titik Sulastri menjelaskan bahwa saat ini panitia seleksi (pansel) telah menjaring 19 orang untuk ditempatkan di posisi yang baru melakui rotasi nanti.
"Jadi 19 orang ini telah menjalani tes psikometri. Harapannya awal Oktober hasilnya sudah keluar," ucapnya.
Baca: Haryadi Minta Warga Kota Yogya Gunakan Hak Pilihnya Sesuai KTP
Titik menjelaskan, begitu proses mutasi Eselon II telah dilakukan, selanjutnya akan terlihat posisi mana yang masih kosong untuk selanjutnya akan diisi oleh pejabat definitif.
"Setelah dilakukan mutasi, baru nantinya akan dilakukan lelang. Lelang ini harapannya bisa dilakukan tahun ini juga," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan penataan pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Yogyakarta dilakukan dalam dua tahap yakni rotasi dan lelang.
Baca: Pemkot Yogya Gencar Lakukan Pendataan Septictank
"Saat ini ada 13 PLT (Pelaksana Tugas) dan harus segera diisi. Tahap pertama pakai mutasi untuk Eselon II. Setelah selesai, Oktober ada pelantikan untuk mutasi. Selanjutnya rekrutmen terbuka atau lelang untuk mengisi kekosongan setelah penataan Oktober tersebut," ungkapnya.
Terkait lelang, Heroe menjelaskan bahwa prosesnya relatif panjang.
Salah satu penyebabnya adalah ada aturan minimal 4 pendaftar untuk 1 jabatan Eselon II yang dilelangkan.
"Harus menyiapkan 26 pendaftar kalau untuk mengisi 13 jabatan. Namun karena 1 pendaftar boleh mendaftar 2 jabatan, minimal ada 52 nama untuk memperebutkan 13 jabatan," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)