Mata Hari, Agen Cantik yang Dihukum Mati Sekutu Tepat 101 Tahun Lalu

Mata Hari diketahui menjadi agen spionase Jerman selama Perang Dunia 1 bergulir. Dia pernah tinggal di Indonesia sebelum pindah ke Paris

Editor: iwanoganapriansyah
IST
Sosok Margaretha Geertruida Zelle atau Mata Hari di film dokumenter The Naked Spy 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini 101 tahun yang lalu, tepatnya pada 15 Oktober 1917, seorang perempuan cantik bernama Margaretha Geertruida Zelle atau lebih dikenal dengan Mata Hari dihukum mati pihak Sekutu dalam Perang Dunia I.

Baca: Guru yang Jatuh dari Gedung saat Selfie Terekam Kamera dari Gedung Lain

Mata Hari diketahui menjadi agen spionase Jerman selama Perang Dunia 1 bergulir. Sebagai seorang penari yang berpindah-pindah lokasi menjadikan Jerman tertarik kepadanya.

Selain itu, seorang penari eksotik pasti memiliki hubungan yang luas dengan berbagai orang. Inilah yang menjadikan alasan Jerman menggunakan jasanya.

Mata Hari, agen spionase Jerman pada Perang Dunia I. Mata Hari pernah tinggal di Indonesia di masa penjajahan  Belanda
Mata Hari, agen spionase Jerman pada Perang Dunia I. Mata Hari pernah tinggal di Indonesia di masa penjajahan Belanda ()

Pernah Tinggal di Indonesia

Mata Hari lahir dari pasangan Adam Zell dan Antje van der Meulen yag merupakan pasangan yang sukses dalam bidang perminyakan.

Dia lahir di Leeuwarden, Friesland, Belanda pada 7 Agustus 1876. Karena berasal dari keluarga kaya, kehidupan awalnya begitu mewah. Seluruh kebutuhan yang dia inginkan bisa didapatkan dengan mudah.

Baca: Indonesia Masuk 10 Negara Terbaik di Dunia Tujuan Para Ekspatriat

Namun, kebangkrutan usaha keluarga menjadi sebuah pertanda tak baik. Ditambah lagi, ayah dan ibunya mengakhiri janji sucinya.

Kemudian, Mata Hari menikah dengan seorang angkatan militer Belanda. Sebagai seorang istri pejabat militer, berpindah lokasi merupakan risiko, begitu juga bagi Mata Hari.

Indonesia sempat menjadi tujuannya ketika suaminya mendapatkan perintah tugas. Ketika berada di Jawa, dia melahap berbagai tarian Jawa.

Sebagai seorang istri Belanda, kehidupannya di Indonesia menguntungkan, karena dia memiliki jaringan yang luas.

"Mata Hari" nama yang lebih dia pilih untuk berhubungan dengan berbagai pihak. Kehidupannya mulai hancur, ketika ia dan suaminya harus berpisah. Anak-anaknya juga tewas karena keracunan.

Penari Eksotis dan Agen Spionase

Setelah rumah tangganya kandas, Mata Hari mulai menata kehidupannya. Tarian-tarian yang dikenalnya di Jawa mulai dipelajari dan diterapkannya di Eropa.

Paris menjadi tempat singgahnya. Dilansir dari History, Mata Hari kali pertama datang ke Paris pada 1905. Ia mulai menemukan jalan ketenarannya sebagai penari eksotis.

Baca: Para Ibu Ramai-ramai Menyetrika Payudara Anak Agar Terhindar dari Kejahatan Seksual

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved