Pendidikan
Yogyakarta Bakal Punya Madrasah untuk Belajar Bahasa Asing
MILC ini nantinya sebagai sarana bagi para siswa-siswi madrasah di DIY untuk membekali diri mereka dengan ilmu bahasa asing.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
"Jika tidak ada inovasi bisa tergilas oleh zaman. Karena perubahan itu keniscayaan," tuturnya.
MILC ini diharapkan menjadi jalan untuk meraih impian siswa-siswi madrasah terlebih untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
"Bukan sebuah utopia. Ini sebuah mimpi. Lembaga bisa melakukan pembibitan anak didik di madrasah agar bisa belajar ke luar negeri," paparnya.
Dalam hal ini Sekda DIY Gatot Saptadi juga mengatakan madrasah punya peran strategis tak hanya pada iptek tapi juga imtaq.
"Sebagai jawaban kebutuhan zaman untuk bersaing di tingkat global. Menjadi sarana untuk membangun keterampilan, meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat," ucapnya.
Baca: Menteri Lukman :Pembangunan Madrasah International Language Center Terobosan Baru yang Strategis
Hasil Sinergitas Berbagai Pihak
Lukman menambahkan, didirikannya madrasah ini merupakan hasil kerjasama Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dengan dunia usaha dan para pengusaha yang memiliki kepedulian tinggi pada bidang pendidikan.
Kemudian terobosan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Saya mengalami sendiri Jogja memang istimewa. Ini tampaknya yang pertama, madrasah bisa bersinergi dengan lembaga dan institusi lain. Yang sebenarnya core-nya bukan lembaga pendidikan," ujarnya.
"Ini terobosan yang luar biasa," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/yogyakarta-bakal-punya-madrasah-untuk-belajar-bahasa-asing_20181010_195904.jpg)