Kota Yogyakarta

Dinas PPPA Cegah Kekerasan Anak Melalui Program Berbasis Kelurahan

Dinas PPPA Kota Yogyakarta ingin agar kelurahan-kelurahan di Kota Yogyakarta terlibat dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.

Dinas PPPA Cegah Kekerasan Anak Melalui Program Berbasis Kelurahan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Yogyakarta ingin agar kelurahan-kelurahan di Kota Yogyakarta terlibat dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.

Menurut data kekerasan Dinas PPPA, jumlah kekerasan pada anak pada tahun 2016 terdapat 88 kasus, sementara untuk tahun 2017 menurun menjadi 58 kasus.

Baca: Khawatir Punah, BKSDA Yogyakarta Akan Lakukan Pendataan Kepemilikan Burung

Sementara untuk jenis kekerasan yang terjadi antara lain fisik, psikis, perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan, penelantaran, eksploitasi, dan trafficking.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat mengatakan pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan pada anak bukan hanya tugas Dinas PPPA saja, tetapi dinas lain, dan juga masyarakat.

Octo mengungkapkan, pemerintah pusat memiliki program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Yogyakarta pun sudah mengikuti program tersebut.

"Kota Yogyakarta sudah melakukan itu, kelurahan yang dipilih pertama adalah Brontokusuman. Kelurahan Brontokusuman dipilih karena data kekerasan dari wilayah tersebut. Lalu juga potensi masyarakat yang mau bersinergi. Jadi ada tantangan dan potensi yang dibangun," katanya Minggu (7/10/2018).

Program PATBM merupakan program sinergitas berbagai unsur yang ada dalam masyarakat.

Melalui program PATBM, masyarakat dan kelurahan diminta untuk peduli pada anak-anak.

"Jadi melibatkan semua unsur dalam masyarakat. dari PKK, Pemuda, Karang taruna, aparat kepolisian, semua yang peduli pada problem anak-anak boleh memberikan sosialisasi. Ketika melibatkan masyarakat, harapannya pencegahan dan penyelesaian kasus kekerasan pada anak bisa berbasis masyarakat," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved