Yogyakarta

Khawatir Punah, BKSDA Yogyakarta Akan Lakukan Pendataan Kepemilikan Burung

BKSDA Yogyakarta akan melakukan pendataan kepemilikan burung, khususnya burung langka.

Khawatir Punah, BKSDA Yogyakarta Akan Lakukan Pendataan Kepemilikan Burung
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)'>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta akan melakukan pendataan kepemilikan burung, khususnya burung langka.

Pendataan tersebut berkaitan dengan izin untuk menangkarkan.

Baca: Taman Wisata Alam Batu Gamping Simpan Batu Berusia 50 Juta Tahun, Ini Penjelasan BKSDA

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir Junita Parjanti, MT mengatakan kepemilikan burung di masyarakat sangat banyak.

Pendataan tersebut berkaitan dengan Permen LHK no 92 Tahun 2018, dimana 5 burung dikeluarkan dari daftar burung dilindungi.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan pendataan, baru diberikan perizinan untuk menangkarkan. Ya sementara kan memang tidak dilindungi, nanti kalau didata, dan di alam habis, saya yakin nanti pasti jadi dilindungi," kata Junita pada  Tribunjogja.com, Minggu (7/10/2018).

Dalam Permen LHK tersebut, lima burung yang tidak termasuk burung dilindungi adalah Cucak Rowo, Jalak Suren, Murai Batu, Anis Bentet Sangihe, dan Anis Bentet Kecil.

Ia menjelaskan meski banyak di penangkaran, menurut kajian LIPI burung tersebut telah habis di alam.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin agar burung-burung jenis langka untuk dikembalikan ke alam.

"Sebenarnya penangkaran itu sangat membantu untuk menjaga kelestarian burung, tetapi ya harus dijaga kemurnian jenis dan genetikanya. Kalau di silang-silang kan kita jadi tidak tahu Cucak Rowo yang asli itu seperti apa," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help