Sleman
BPBD Sleman Sebut Seluruh EWS Merapi Sudah Diperbaiki
EWS ini terutama terpasang di wilayah yang berada di lereng Merapi, antara lain Pakem, Cangkringan, dan Turi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, memastikan alat Early Warning System (EWS) dalam kondisi baik dan bisa digunakan.
EWS ini terutama terpasang di wilayah yang berada di lereng Merapi, antara lain Pakem, Cangkringan, dan Turi.
"Pas HUT RI kemarin kan sudah kita coba bunyikan. Semuanya dalam kondisi baik," ujar Makwan saat ditemui di BPBD Sleman, Senin (30/09/2018).
Sebelumnya, sejumlah EWS di Gunung Merapi dilaporkan sempay rusak.
Namun Makwan menyatakan telah melakukan perbaikan terhadap peralatan tersebut.
EWS sendiri dirancang untuk memberikan peringatan kepada warga jika terjadi awan panas atau guguran lava.
Peringatan diberikan dalam bentuk suara sirine.
"Suara terdengar bagi warga yang berpotensi akan terdampak," jelas Makwan.
Status Gunung Merapi sendiri saat ini masih berada di level 2 alias Waspada.
Informasi tersebut merujuk pada akun resmi Twitter milik BPPTKG Yogyakarta.
Terakhir, guguran lava terjadi pada 27 September 2018 silam.
Setidaknya terjadi sembilan kali guguran lava pijar terhitung sejak 25 September 2018. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/foto-merapi_20180601_224800.jpg)