Breaking News:

Bermula dari Tungku Cicilan, Kini Kalola Pottery Bisa Kirim Cangkir ke Eropa dan Timur Tengah

Fransisca Puspitasari atau Kika yakin dan nekat membuat Kaloka Pottery bermodal ide dan kreativitas.

Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana
Fransisca Puspitasari atau Kika, pemilik Kaloka Pottery berpose dengan cangkir keramik produksinya di studio, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta. 

Saat ditemui reporter Tribunjogja.com di studionya, Jumat (31/8/2018), Kika mengerjakan sendiri produksi keramiknya karena tak punya modal.

"Gagal bakar lima kali lah awal-awal," akunya.

Produk cangkir produksi Kaloka Pottery.
Produk cangkir produksi Kaloka Pottery. (Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Hanya dalam dua tahun sejak berdiri, cangkir dan produk keramik Kaloka kini sudah tersebar, mulai dari digunakan pribadi, kedai kopi, sampai hotel menjadi kliennya.

Lalu, bagaimana cara Kika memasarkan produknya dengan modal terbatas?

Pre-order (PO) menjadi kuncinya, menurut Kika.

Dia juga menawarkan produknya ke hotel-hotel dan media sosial.

"Mau bikin website tapi ora duwe duit, jadi pakai Instagram saja," ungkapnya.

Penggunaan Istagram dan memaksimalkan tagar, menjadi pintu para pelanggan mulai melirik Kaloka.

Lama-kelamaan mulai banyak pemesan dan mereka juga mengunggah produk-produk Kaloka ke media sosial.

Setelah itu, Kika menghadapi masalah baru, yaitu sulitnya menemukan pengrajin yang mau bergabung dengan Kaloka.

Halaman
123
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved