Internasional
Perubahan Iklim Ancam Tibet
Peningkatan pasokan air juga disebutkan telah menyebabkan peningkatan banjir dan bencana alam di daerah tersebut.
TRIBUNJOGJA.COM - Yang sering dibicarakan sebagai masalah yang ada di masa depan adalah perubahan iklim.
Tapi, di "atap dunia" masalah ini telah terjadi.
Kawasan yang terpencil dan dingin dengan julukan atap dunia itu adalah Dataran Tinggi Tibet.
Sebuah wilayah dataran tertinggi dan terbesar di planet ini yang meliputi 25 persen daratan China.
Wilayah ini memainkan peran penting karena berisi pasokan air tawar terbesar di luar wilayah kutub.
Bahkan, tempat tersebut telah melahirkan beberapa sungai paling legendaris di Asia.
Mulai dari Sungai Mekong dan Sungai Gangga sampai Sungai Yangtze dan Sungai Kuning.
Hal itu menunjukkan bahwa dataran tinggi ini telah memelihara peradaban dan tempat bergantung bagi sekitar 1 miliar orang.
Namun, garis hidup itu kini terancam.
Dalam Bahaya
Perubahan iklim telah menyebabkan suhu naik di dataran tinggi lebih cepat daripada di tempat lain di Asia.
Akibatnya, gletser dan padang rumput di kawasan itu mencair pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Pada konferensi Asia Society tahun 2009, seorang ilmuwan juga memprediksi jika pencairan berlanjut maka dua pertiga gletser dataran tinggi itu akan hilang pada 2050.
Menurut Tsechu Dolma, pendiri Mountain Resiliency Project, hal itu akan berdampak besar bagi dunia.
"(Sekitar) 1,4 miliar orang dari 7 miliar populasi manusia sebenarnya bergantung pada air yang berasal dari Tibet," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cadangan-air-di-tibet-china_20180503_022859.jpg)